Alami Gejala Ringan, 104 Orang di Griya PMI Surakarta Terpapar Covid-19

oleh
Tes Swab ODGJ
Pasien ODGJ Griya PMI Peduli menjalani tes swab | dok PMI Solo

SOLO, Metta NEWS – Sebanyak 104 orang yang terdiri dari pasien ODGJ (orang dengan gangguan jiwa, staf, peserta Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Griya Peduli Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surakarta terpapar  virus Covid-19, sejak Kamis (03/03). 

Dari total keseluruhan 184 orang yang dilakukan swab, 180 diantaranya melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) dan 4 sisanya melakukan tes antigen.

Data yang diterima oleh mettanews.id, dari total 18 staf  PMI Solo yang di tes, sebanyak 9 orang terkonfirmasi positif  Covid-19 dan 2 orang belum keluar hasilnya. Selain itu dari peserta PKL yang berjumlah 49 orang, 29 diantaranya dinyatakan positif. Sementara itu, sebanyak 113 pasien berstatus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), 66 diantaranya terkonfirmasi positif  Covid-19.

Sekretaris PMI Surakarta, Sumartono Hadinoto mengungkapkan baik staf, peserta PKL maupun pasien ODGJ hanya mengalami gejala ringan. Sumartono menyebut, bahkan dari keseluruhan yang terpapar  Covid-19 banyak yang tidak bergejala.

“Kami cukup kaget dan tidak menyangka, kemarin waktu kita lakukan swab ternyata cukup banyak yang positif. Selama ini pasien ODGJ pikirannya bahagia jadi antibodinya tinggi. Yang waktu gelombang Delta tidak ada yang kena,” ungkap Sumartono saat ditemui di PT Radio Rama Metta FM, Jumat (04/03/2022).

Sumartono mengungkapkan, sejauh ini PMI Surakarta lakukan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Hal ini dikarenakan pernah ada kasus positif Covid-19 di lingkungan kerja PMI Solo, yakni  sebanyak 34 orang dengan 2 diantaranya meninggal dunia. Sehingga ketika ada yang mengalami gejala flu dan batuk, pihaknya mengaku langsung melakukan tes swab.

“Kemarin meskipun aman, kami inisiatif untuk melakukan tes swab di Griya PMI. Ternyata hasilnya ada yang positif. Kami tidak tahu dari mana virusnya, tapi yang pasti kami sangat terbuka dalam arti bagi yang mau menengok, donasi yang mampir kesana, maupun peserta PKL baik dari sekolah atau mahasiswa kami selalu terima. Jadi belum diketahui virus ini dari mana,” ungkapnya.

Untuk sementara waktu, lanjut Sumartono, PMI Surakarta tidak menerima peserta PKL. 

“Saat ini peserta yang sedang PKL sudah dipulangkan semua. Hal ini karena 29 peserta yang dinyatakan positif menginginkan untuk isolasi secara mandiri,” ungkap Sumartono.

Sumartono menyebut, sebanyak 66 pasien ODGJ diisolasi terpisah dengan pasien yang negatif. Untuk pasien yang negatif kami tempatkan di tenda yang dibangun di halaman depan Griya PMI Surakarta. 

“Kami berusaha termasuk stafnya supaya aman. Bahkan dapur umumnya kita tutup. Kita suplai dari PMI. Kita tunda dulu mobil PMI agar mereka tidak kemana-mana yang bisa menyebabkan penularan tidak cepat selesai,” pungkas Sumartono.