Aksi Aktivis Hewan Menantang Kekejaman Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

oleh
anjing
Masyarakat gabungan komunitas dan organisasi kesejahteraan hewan di Indonesia menggelar aksi di depan gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto No. 1, RT.1/ RW.3, Senayan , Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2024) | Dok. DMFI

JAKARTA, MettaNEWS – Masyarakat gabungan komunitas dan organisasi kesejahteraan hewan di Indonesia menggelar aksi di depan gedung DPR RI Jalan Gatot Subroto No. 1, RT.1/ RW.3, Senayan , Jakarta Pusat, Rabu (1/2/2024).

Aksi ini dilakukan untuk menyerukan larangan perdagangan daging anjing dan kucing yang kejam di Indonesia. Aksi ini diinisiasi oleh KoalisiDog Meat Free Indonesia dan juga Animal Hope Shelter.

Hadir pula dalam aksi ini ialah Koalisi DMFI, JAAN domestic, Humane Society International, FOUR PAWS International, Animals Asia, Animal Friends Jogja, Natha Satwa Nusantara, Koalisi Perlindungan Hewan Indonesia, Animal Friends Manado Indonesia, Animal Hope Shelter, Animals Don’t Speak Human, LBH Perlindungan Hewan Indonesia, serta masyarakat umum yang peduli akan isu larangan perdagangan daging anjing dan kucing.Peserta aksi berkumpul di depan Gedung DPR (DPR – RI) dengan memegang spanduk dan tanda yang menentang kekejaman perdagangan serta risiko keselamatan masyarakat dari penularan rabies. Aksi ini juga diwarnai performance seniman pantomim Indonesia dari Wanggi Hoed.

Aksi ini terjadi hanya beberapa minggu setelah parlemen Korea Selatan mengeluarkan larangan terhadap industri daging anjing di sana. Intersepsi besarbesaran terhadap lebih dari 200 anjing yang diperdagangkan di Jawa Tengah membuat perdagangan daging anjing di Indonesia kembali menjadi berita utama.

“Perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh pencurian dan kegiatan ilegal, sangat brutal dan membahayakan upaya pengendalian rabies di Indonesia karena berkontribusi dalam penyebaran virus rabies dan mengancam kesehatan masyarakat, serta merusak citra bangsa Indonesia,” ujar Juru bicara DMFI Karin Franken.