SOLO, MettaNEWS – Pura Mangkunegaran menggelar wilujengan pada 17 Ruwah tahun Alip 1955 malam, Kamis (17/03/2022). Dimulai sejak pukul 19.00, ruwahan tersebut dihadiri 200 tamu undangan dari kerabat Mangkunegaran dan abdi dalem. Merupakan acara Ruwahan atau Sadranan yang digelar jelang bulan puasa, Ruwahan kali ini menjadi agenda perdana yang dipimpin KGPAA Mangkunegara X (MN X) setelah dinobatkan pada Sabtu (12/03/2022) lalu.
Serangkaian acara pada Ruwahan tersebut berisi pembacaan doa surah Yasin beserta tahlil yang diperuntukkan untuk para leluhur dan para pemimpin trah Mataram Islam. Para tamu undangan wilujengan selama sesi itu berlangsung nampak khidmat mengikuti serangkaian acara. Dipandu dengan Bahasa Jawa serta tata cara Islam, nampak tidak lebih dari sepertiga bagian selasar pendapa dipenuhi tamu undangan.
Nampak KGPAA Mangkunegara X duduk disisi utara menghadap selatan pendapa dengan mengenakan ageman hitam. Sementara para yogiswara nampak mengenakan ageman berawarna putih. Setelah serangkaian pembacaan doa dan tahlil selesai, yogiswara menyerahkan bunga simbolis kepada Mangkunegara X untuk kemudian diserahkan ke abdi dalem. Setelahnya KGPAA Mangkunegara X meninggalkan pendapa.
Di waktu yang sama, seluruh tamu undangan menyaksikan pembawaan dan penyerahan secara simbolis bunga para abdi dalem yang diutus untuk ziarah kubur ke makam para pemimpin trah Mataram Islam. KGPAA Mangkunegara X tidak diperkanankan berziarah ke makam selama menjabat sebagai penguasa.
Acara berakhir pada pukul 20.30, kemudian KGPAA Mangkunegara X menyapa para tamu undangan yang berada di selasar pendapa. Sesekali KGPAA Mangkunegara X berfoto dan bersalaman dengan para kerabat Mangkunegaran dan abdi dalem. Nampak ia menyapa para tamu undangan dari sisi utara lalu berpindah ke sisi timur dan terakhir ke sisi barat. Selain itu, KGPAA Mangkunegara X nampak berbincang hangat dalam waktu yang singkat dengan para tamu undangan.
Sementara itu, Pengageng Wedhana Satria Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso mengungkapkan tidak ada doa khusus dalam Ruwahan yang digelar kali ini.
“Tidak ada doa khusus, hanya tahlil biasa. Kalau disebutkan doa itu kepada siapa, yang didoakan itu siapa saja. Tadi Mangkunegara I sampai IX, lalu para Punggawa Baku pasukannya Sambernyawa dulu, lalu kerabat yang lain,” ucap KRMT Lilik Priarso kepada awak media seusai acara.
Lilik, menuturkan agenda setelah Ruwahan akan diadakan ziarah dari Jumenengan Mangkunegara I dan semua yang sudah wafat.
“Lalu dengan Kawandasa Jaya, jadi pasukannya Sambernyawa dulu itu kita ziarahi semua, sampai ke Mataram, jadi sampai di Imogiri, Kota Gede, ada pamannya yang dimakamkan di Kaliabu ya kita ke Kaliabu, Salaman, Magelang, lalu ke Temanggung, Kedu, Sindurejan,” pungkasnya.












