Hajat Paring Dalem, Kirab Pembagian Zakat Fitrah Keraton Surakarta Digelar

oleh
Keraton Surakarta
Keraton Surakarta gelar Kirab Pembagian Zakat Fitrah, Kamis (28/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS- Sebagai pemenuhan rukun islam yang ke empat, menjelang akhir Ramadan 1443 Hijriah, Keraton Surakarta membagikan zakat fitrah, Kamis (28/4/2022).

Uniknya, penyerahan zakat tidak dilakukan secara biasa saja, melainkan dengan satu acara atau prosesi yang menjadi bagian tradisi kebudayaan Keraton Surakarta. Acara ini disebut Maringaken Zakat Fitrah Dalem.

Utusan Dalem Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH), Dany Nur Adiningrat, mengatakan, acara yang merupakan hajat dalem paring dalem zakat fitrah dalem ingkang sinuwun Kanjeng Sunan Pakubuwono XII ini dilaksanakan pada tahun Alip 1955.

“Ini adalah tanda bahwa sadap sampeyan dalem ini menjalankan rukun islam yaitu menunaikan zakat fitrah. Selain itu juga tidak lupa, beliau menerintahkan para abdi dalem ulomo berikut penguhulu tafsir anom untuk mendoakan keselamatan, kewilujengan beliau sekeluarga, Keraton Kasunanan Dalem Surakarta Hadiningrat, juga keselamatan dari negara Republik Indonesia dan seisinya. Ini doa-doa yang disematkan, semoga dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Esa,” jelas Dany Nur Adiningrat, saat ditemui usai acara, Kamis (28/4/2022).

Keraton Surakarta
Keraton Surakarta gelar Kirab Pembagian Zakat Fitrah, Kamis (28/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

Dimulai sekitar pukul 21.00 WIB, sekitar seratusan peserta abdi dalem, pejabat dan keluarga Keraton Surakarta melakukan kirab dari Kori Kamandungan Lor Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Masjid Agung Surakarta.

Lantunan lagu-lagu Jawa yang berisikan pujian kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW pun mengisi ruas-ruas jalan sepanjang jalur kirab yang diterangi lampu ting atau pelita yang dibawa peserta kirab.

Serangkaian acara ini diisi dengan doa bersama kewilujengan yang dipimipin oleh Penghulu Tafsir Anom Masjid Agung Surakarta dan pemberian zakat beras secara simbolis serta pemberian zakat fitrah berupa uang pecahan Rp 5 ribu.

“Beras dan uang ini simbolik. Akan tetapi bebarengan dengan acara ini dibagikan juga zakat dalem kepada masyarakat umum tapi langsung. Jumlahnya sekian ton, uangnya sekian juta,” ucapnya.

Tidak ada perbedaan dengan gelaran kirab tahun lalu. Dikatakan Dani, mengingat masih pandemi, namun sekarang sudah melandai, kirab pembagian zakat dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan tetap kita laksanakan dengan taat sesuai dengan anjuran pemerintah. Alhamdulillah Covid sudah melandai dan sebagainya. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk mengakhiri ini semua. Jadi pandemi yang selama ini menghebat bisa sirna, masyarakat bisa ayem tentrem kembali,” pungkasnya.