SOLO, MettaNEWS- Mengenal Nina Gusmita, salah satu narasumber pada peringatan Hari Kartini di SD Pangudi Luhur Solo, Kamis (21/4). Sosok Kartini modern yang kuat ini merupakan penyandang disabilitas atlet paralimpik. Sejumlah prestasi pun ditorehkan gadis asal Medan ini. Salah satunya, ia berhasil mendulang tiga medali emas di ajang Paralimpik Nasional (Papernas) XVI cabang olahraga (Cabor) Papua Atletik dengan klasifikasi (T54) kursi roda.
Tidak hanya itu, pada ajang tersebut, Nina juga mampu memecahkan dalam rekor nasional pada tiga nomor pertandingan sekaligus. Disebutkan Nina, ketiga nomor pertandingan tersebut yakni nomor 100 meter putri (T54) dengan waktu 18,52 detik. Kemudian, nomor 200 meter putri (T54) dengan catatan waktu 33,44 detik dan nomor 400 meter putri (T54). Pada nomor ini Nina berhasil mencatat rekornas babak baru dengan catatan waktu 1:07,49 menit.
Dalam waktu tiga bulan kedepan, Nina akan mengikuti ajang Asean Para Games 2022. Ajang ini merupakan acara multi-olahraga dua tahunan mendatang untuk atlet penyandang cacat fisik yang akan diselenggarakan di Solo pada 23 hingga 30 Juli mendatang.
“Ini lagi persiapan buat mengikuti ajang bulan Juli Agustus. Latihan setiap hari, jaga pola makan, jaga pola tidur dan kesehatan,” ujar Nina Gusmita saat ditemui di peringatan Hari Kartini di SD Pangudi Luhur, Kamis (21/4/2022).
Menjadi atlet difabel sejak 2019, Nina telah bergabung dalam National Paralimpic Committee (NPC). NPC merupakan wadah penyandang disabilitas dalam cabang olahraga.
“Pernah meraih prestasi skala masional di Papernas Papua. Kelasnya sama dengan PON bagi atlet yang normal,” sebutnya.
Sempat terkendala pandemi Covid-19 pada 2019 lalu, sebelumnya Nina akan mengikuti ajang perlombaan paralimpic di Filipina namun batal terlaksana. Pandemi yang sudah mulai mereda, ia pun mendapat harapan di tahun ini untuk mengikuti berbagai ajang perlombaan.
“Semoga nggak ada pandemi. Jadi nggak harus PCR, pakai masker jadi kemana-mana lebih gampang,” harapnya.
Dalam peringatan Hari Kartini, Nina pun membagikan semangatnya ke para siswa di SD Pangudi Luhur. Nina memberikan motivasi kepada para siswa agar selalu semangat meraih cita-cita apa pun rintangannya. Ketekukan, kesabaran, pantang menyerah dan optimisis menjadi kunci utama Nina berhasil meraih beberapa prestasi di dunia olahraga. Maka ia ingin menyalurkan energi positifnya dalam acara peringatan Hari Kartini tersebut.
“Selain harus rajin belajar. Tadi juga kasih nasehat ke anak-anak buat nurut juga sama orangtua, bapak ibu guru. Buat membentuk attitude yang baik juga kedepannya,” tutur Nina.
Nina yang merupakan mahasiswa aktif di Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Binaguna (STOK) Medan ini mengaku akan terus menekuni cabor yang satu ini.
“Selagi masih bisa berprestasi akan terus disini (cabor paralimpik).
Dalam peringatan Hari Kartini tersebut, Nina pun tak lupa memberikan pesan kepada perempuan Indonesia. Ia pun berharap agar perempuan bisa menjadi sosok yang mandiri dan tidak bergantung pada siapapun.









