SOLO, MettaNEWS – Dinas Perdagangan Kota Solo bersama Kementerian Agama, menggelar operasi bersama untuk mengawasi peredaran daging sapi dan ayam menjelang hari raya Idul Fitri. Operasi digelar di sejumlah pasar tradisional di Kota Solo, Rabu (20/4/2022), khususnya menyoroti alur pasokan daging dari luar kota.
“Ketersediaan daging selama bulan Ramadan kemudian nanti untuk menjelang lebaran mencukupi tidak. Dan juga kualitas daging seperti apa,” jelas Agung Sasmito, Kepala Bidang Veteriner Dinas Perdagangan Kota Solo, Rabu (20/4/2022).
Tidak hanya itu, pengawasan daging sapi dan ayam ini juga meliputi harga, apakah mengalami kenaikan atau tidak di pekan ketiga Ramadan.
“Selama bulan Ramadan ini ada kenaikan atau tidak. Kira-kira menjelang bulan lebaran nanti ada kenaikan yang diprediksi berapa,” ucapnya.
Selain ketersediaan daging, ketersediaan bahan juga menjadi hal yang diperhatikan oleh pihaknya. Setelah dilakukan pengawasan, Agus menyebut secara kualitas hasil pengawasan bagus.
“Dari yang kita temui, kebetulan kita juga dari Kemenag dan Disperindag juga melakukan pengawasan peredaran harga daging,” sebutnya.
Setelah dilakukan pengawasan, disebutkan Agus ketersediaan daging mencukupi untuk kebutuhan Ramadan.
Untuk mengantisipasi ketersediaan bahan pangan khususnya daging, pihaknya selalu berkoordinasi dengan berbagai pihak di daerah lain.
“Kemarin itu kita mengajak Balai Pusat Disperindag yang punya jangkauan lebih. Karena kan area kerjanya lebih luas,” ucapnya.
Diungkapkan Agus para pedagang mengaku ketersediaan daging masih mencukupi. Namun apabila ketersediaannya kurang, maka dari dinas akan berkoordinasi dengan daerah penyangga lain seperti Boyolali dan Karanganyar. Dengan tetap memperhatikan kualitas dan komiditas daging yang diperjual belikan.
Adanya kenaikan harga menjelang lebaran, Agus menyebut kenaikan secara pasti belum dapat diketahui secara jelas angka kenaikan setiap daging yang ada. Agus menjelaskan harga daging sapi sekitar Rp 120.000/kg sampai Rp 130.000/kg. Sementara harga daging ayam di sekitaran Ro 36.000/kg sampai Rp 38.000/kg.
“Kalau daerah Solo sendiri yang motong harganya Rp 36.000/kg. Kalau pedagang ngambilnya dari daerah Palur, Boyolali itu naik. Tambah Rp 1 ribu, Rp 37.000/kg, Sedangkan untuk darah Kartasura Rp 38.000/kg,” terangnya.
Kenaikan harga yang diprediksi dengan mengikuti permintaan pasar. Berdasarkan pengalaman tahun lalu dan jumlah pemotongan di rumah potong hewan, kenaikan harga daging akan terjadi di lebaran kurang tiga hari.
“H-3 itu sudah ada jumlah pemotongan di kios-kios diikuti dengan kenaikan harga. Kalau kisaran harga kemarin tertinggi diatas Rp 150.000/kg daging sapi. Kalau daging ayam tidak bisa diprediksi,” sebut Agus.
Untuk daging ayam yang pernah mencapai angka jual tertinggi Rp 37.000/kg, Agus menyebut kenaikan terjadi sebelum Ramadan.
Belum ditemukannya daging glonggongan, Agus berharap tidak ada penemuan hal semacam itu.
“Belum ada penemuan daging gelonggong. Kalau sekarang kan daging gelonggong dari Boyolali sudah bagus semua. Mudah-mudahan nanti akan bagus terus,” ucapnya.
Selain itu, dalam pengawasan tersebut tidak ditemukannya ayam mati kemarin (tiren). Kondisi yang dialami daging ayam saat di pasaran disebutkan Agus cepat habis.
“Pedagang daging ayam memotong sesuai dengan pesanan. Kebanyakan seperti itu,” tutur Agus.
Pengawasan daging yang masuk ke Solo harus melalui screening. Agus menyebut screening dilakukan setiap hari.
“Nanti ada petugas yang mengambil sample daging di masing-masing pasar. Mengamati secara kasat mata kemudian kalau ada yang mencurigakan. Kesannya barangnya kom jelek, kemudian akan diperiksa di laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Solo,” pungkasnya.








