Fraksi PDI Perjuangan Solo Siapkan Kerja Bakti Serentak, Ajak Warga Pilah Sampah

oleh
oleh

SOLO , MettaNEWS – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta menyatakan kesiapan mengikuti kerja bakti massal secara serentak . Yang diinstruksikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan pada 14 November 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kepedulian terhadap lingkungan serta upaya menjaga dan merawat bumi.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta, YF Sukasno, membenarkan adanya instruksi Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader partai di Indonesia untuk menggelar kerja bakti bersama.

“Iya benar, instruksi DPP PDI Perjuangan Ibu Megawati untuk menjaga dan merawat bumi. Direncanakan kerja bakti serentak seluruh kader partai di semua tingkatan dan ini dilakukan di seluruh Indonesia,” ujar Sukasno saat diwawancarai wartawan.

Sukasno menjelaskan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta juga telah mendapatkan arahan dari Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, Aria Bima, terkait pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dalam arahan itu, setiap pimpinan dan anggota fraksi diminta mengajak sedikitnya 100 orang konstituen untuk terlibat dalam kerja bakti.

Selain itu, mereka juga diminta mengajak masyarakat di lingkungan masing-masing untuk bergotong royong membersihkan sampah dan melakukan pemilahan sampah.

Menurut Sukasno, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkenalkan cara pengelolaan sampah yang dapat dilakukan langsung oleh masyarakat.

Salah satunya melalui pengenalan dan pembagian alat komposter bernama Teba Modern Mega Merawat Pertiwi kepada warga.

Alat tersebut merupakan komposter praktis yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik sehingga membantu mengurangi timbulan sampah di Kota Surakarta.

Kasno menyebutkan, DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta juga telah membuat sejumlah unit Teba Modern Mega Merawat Pertiwi yang ditempatkan di beberapa titik.

Selain melibatkan Fraksi PDI Perjuangan, kegiatan kerja bakti juga akan dilaksanakan jajaran pengurus dan struktur partai di berbagai tingkatan sesuai wilayah masing-masing.

Persoalan Sampah Jadi Tanggung Jawab Bersama

Kasno mengatakan, gerakan kerja bakti dan pengenalan komposter tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menangani persoalan sampah di Kota Solo, termasuk permasalahan timbulan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo.

Menurutnya, persoalan sampah di Putri Cempo tidak bisa hanya dibebankan kepada Pemerintah Kota Surakarta. Keterlibatan masyarakat dan seluruh elemen juga diperlukan agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Persoalan sampah di Putri Cempo bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota, dalam hal ini Mas Wali Kota, tapi menjadi tanggung jawab kita bersama dan harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Ia berharap, melalui kerja bakti serentak pada 14 November mendatang, kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, serta membiasakan pemilahan sampah semakin meningkat.

Gerakan tersebut sekaligus menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga lingkungan Kota Surakarta.