SOLO, MettaNEWS – Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surakarta terus menggalakkan budaya gerakan pilah sampah dari rumah tangga sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo. Langkah tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan Veritas Edukasi Lingkungan (VEL) dengan menghadirkan pendirinya, Mr. Benedict atau yang dikenal sebagai “Bule Sampah”, dalam Workshop Sosialisasi Pemilahan Sampah Organik di Kantor Kelurahan Manahan, Kamis (6/8/2026).
Ketua TP-PKK Kota Surakarta, Venessa Respati, mengatakan kehadiran Mr. Benedict diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus memperkuat peran kader PKK sebagai motor penggerak perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
“Saya mengundang Pak Ben untuk menguatkan dan memotivasi ibu-ibu agar tetap semangat memilah sampah. Ibu merupakan fondasi keluarga yang dapat mengajak anak-anak maupun anggota keluarga lainnya membiasakan pemilahan sampah dari rumah,” tutur Venessa yang akrab disapa dengan panggilan Veni ini.
Veni menyebut, rumah tangga memiliki peran yang sangat besar dalam persoalan persampahan di Kota Surakarta. Sekitar 70 persen timbulan sampah berasal dari sektor rumah tangga sehingga perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci untuk mengurangi beban TPA Putri Cempo.
Karena itu, TP-PKK terus mendorong para kader agar menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya.
Sementara itu, pendiri Veritas Edukasi Lingkungan, Mr. Benedict, menegaskan bahwa pengurangan sampah harus dimulai dari rumah. Menurutnya, sampah yang dipilah memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang dan menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular.
“Setiap rumah perlu mulai mengurangi dan memilah sampah. Sampah yang dipilah dapat mendukung proses daur ulang dan memperkuat ekonomi sirkular di Surakarta,” katanya.
Ia berharap semakin banyak warga yang menyadari bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surakarta juga terus memperkuat sistem pengelolaan sampah melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memfasilitasi pelaku usaha yang membutuhkan layanan pengangkutan sampah dengan menyediakan daftar penyedia jasa pengangkutan yang sesuai dengan ketentuan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Surakarta, TP-PKK, Veritas Edukasi Lingkungan, dan masyarakat, diharapkan budaya memilah sampah dari rumah dapat semakin berkembang.
Gerakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi beban TPA Putri Cempo, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta mendorong terwujudnya ekonomi sirkular di Kota Surakarta.







