SEMARANG, MettaNEWS – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mendukung Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan). Organisasi perempuan muda Muhammadiyah tersebut siap memanfaatkan jaringan kepengurusan hingga tingkat cabang dan ranting untuk memperluas gerakan konservasi air di masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Kerja Sama PWNA Jawa Tengah, Ranum Ester Putri Perdani, seusai melakukan audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di ruang kerja Wakil Gubernur, Jumat (6/11/2026).
Ranum mengatakan, pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Musyawarah Wilayah (Musywil) Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada Januari 2027 di Universitas Muhammadiyah Gombong, Kabupaten Kebumen.
Dalam Musywil tersebut, PWNA Jateng akan melaksanakan pemilihan ketua baru untuk periode kepengurusan berikutnya.
Selain membahas agenda organisasi, audiensi dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai program PWNA yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan anak.
Menurut Ranum, program-program Nasyiatul Aisyiyah dirancang tidak hanya untuk kalangan internal organisasi, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Program-program NA ini sangat mendukung perempuan dan anak. Kami ingin membantu perempuan, ibu, anak, maupun perempuan muda untuk menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Program kami juga diharapkan bisa mendukung masyarakat luas sekaligus bersinergi dengan program-program pemerintah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin mengajak PWNA Jawa Tengah untuk turut berpartisipasi dalam Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan atau Sopan.
Ajakan tersebut mendapat sambutan positif dari PWNA Jateng. Ranum menyatakan organisasinya siap membantu menyosialisasikan sekaligus mendukung pelaksanaan gerakan yang bertujuan menjaga ketersediaan air tanah tersebut.
Ia menilai, jaringan organisasi Nasyiatul Aisyiyah yang tersebar hingga tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program.
“Program Sopan sangat bagus. Harapannya, PWNA Jawa Tengah bisa berkolaborasi membuat sumur-sumur resapan. Kami memiliki anggota di tingkat cabang dan ranting. Cabang berada di tingkat kecamatan, sedangkan ranting di tingkat kelurahan. Dengan jaringan tersebut, kami berharap program ini bisa terdistribusi dan kami dapat ikut mendukung serta berkolaborasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, Gerakan Sopan diluncurkan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin pada 27 Oktober 2026 di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang.
Gerakan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat cadangan air tanah, terutama untuk menghadapi musim kemarau.
Dusun Gertas menjadi salah satu contoh penerapan konservasi air berbasis masyarakat. Sumur resapan yang dibangun sejak 2019 telah dirasakan manfaatnya oleh warga, khususnya dalam membantu menjaga kestabilan debit air.
Taj Yasin berharap pengalaman masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan konservasi air yang dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan seperti Nasyiatul Aisyiyah, Pemprov Jateng berharap Gerakan Sopan semakin luas menjangkau masyarakat.
Keterlibatan perempuan dan komunitas hingga tingkat akar rumput diharapkan mampu menjadikan upaya konservasi air sebagai kebiasaan bersama. Dengan demikian, menjaga ketersediaan air tanah dan kelestarian lingkungan dapat dimulai dari rumah masing-masing.








