Kampung Seni Kentingan, Kenalkan Seni dalam Lingkup Luas

oleh
Seni
Para anggota seni tari menyajikan tarian dalam acara launching Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri, Kentingan, Jebres, Solo, Kamis (14/4/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS- Solo memiliki destinasi baru yakni Kampung Seni Kentingan yang berada di Jalan Halilintar RW 10 dan 11, Kentingan, Jebres. Diresmikan pada Kamis (14/4), kampung ini memiliki seniman yang terjun dalam seni yang lebih luas.

Ketua RW 10, Joko Purwanto menyebut Kampung Kentingan memiliki potensi untuk melahirkan para seniman muda. Memiliki sanggar yang bernama Sanggar Seni Gogon, para seniman yang belajar tentang tari, pedalangan dan kerawitan optimis dapat membentuk pecinta seni yang dapat melestarikan budaya.

“Menjadi kampung seni tidak serta merta tentang seni tradisonal tapi juga tentang seni dalam berbisnis dalam artian pemanfaatan media yang ada. Disini juga ada UMKM yang membudidayakan tanaman untuk urban farming,” ungkap Joko dalam acara Launching Kampung Seni Kentingan, Kamis (14/4/2022).

Memiliki cikal bakal kampung seni dari sanggar seni yang ada, Joko merintis Kampung Seni Kentingan dengan membentuk seniman dari berbagai pelatihan yang akan terus dikembangkan.

“Setelah launching ini kami akan terus kembangkan kegiatan seni yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Ketua Sanggar Seni Wayang Gogon, Margono menjelaskan di Kentingan, Jebres merupakan kampung yang berinisiasi melahirkan para seniman, baik dari seni tari, wayang

“Sebagai seniman dan perajin wayang berkewajiban untuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan cara membuka pelatihan. Seperti pelatihan pedalangan, tari, kerawitan, dan juga kita produksi wayang sebagai UMKM-nya,” sebut Margono saat ditemui di acara Launching Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri, Kamis (14/4/2022).

Masyarakat pun menyambut positif gelaran Kampung Seni Kentingan ini.

“Banyak sekali antusias masyarakat terutama anak-anak. Banyak yabg berlatih nari, dalang, gamelan bahkan membuat wayang juga banyak. Disisi lain disini juga banyak warga atau anak-anak yang dari kos dari kampus ISI Solo,” sebut Margono.

Kampus ISI Solo yang berada dalam satu wilayah Kentingan  pun memberikan dampak baik pada masyarakat.

“Banyak anggota sanggar yang dari mahasiswa ISI Solo. Jadi ada kontribusi dari mereka untuk warga sekitar. Akhirnya kami kolaborasi. Kalau kampung sini ada kegiatan, mereka memberikan dukungan seperti ikut mengajar anak-anak dalam hal kesenian,” ungkapnya.

Sugono yang juga merupakan alumni ISI Solo jurusan Pedalangan pun memberikan dedikasinya untuk membentuk Kelurahan Kentingan khususnya RW 10 dan 11 menjadi kampung seni.

“Awalanya kos karena kuliah lalu domisili disini setelah lulus kemudian mendirikan sebuah sanggar tahun 2008,” sebutnya.

Untuk menjadi sebuah Kampung Seni Kentingan, Sugono menyebut ide pembentukan berawal dari banyaknya pecinta seni baik budaya maupun UMKM.

“Banyak disini pecinta seni terlebih anak-anaknya juga banyak bermunculan tertarik akan seni. Akhirnya kami punya ide, apakah tidak lebih bail kita buatkan sebuah kampung yang kita namakan Kampung Seni,” jelasnya.

Turut menggandeng tokoh masyarakat yang ada di RW 10 dan 11, Margono menyebut tidak hanya tentang seni namun kampung Kentingan ini juga menjadi tempat adanya UMKM yang fokus pada penghijauan sehingga nama UMKM Asri tercetus. Sedangkan dalam sanggar di Kentingan ini terdapat 80 anak-anak yang belajar seni tari.