SOLO, MettaNEWS – Dalam ajang Anugerah Abdidaya Ormawa 2026 yang diselenggarakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar, pada 21–24 Oktober 2026, UMS berhasil membawa pulang tiga penghargaan dari sejumlah kategori.
Ketiga penghargaan tersebut menjadi bukti kontribusi mahasiswa dan dosen pendamping UMS dalam mengembangkan program pengabdian kepada masyarakat melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa).
Adapun tiga penghargaan yang berhasil diraih UMS meliputi Terbaik 3 Kategori Dosen Pendamping Paling Inovatif yang diraih Arif Setiawan, S.T., M.Eng., dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) FKIP.
Selanjutnya, Terbaik 4 Kategori Ormawa Paling Kolaboratif diraih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Al Ghozali, Fakultas Psikologi UMS. Sementara itu, Terbaik 4 Kategori Tim dengan Realisasi Terkuat diraih Tim Pelaksana Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) PTI FKIP UMS.
Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta-Inovasi (DKPTI) UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyambut positif capaian tersebut. Ia mengapresiasi konsistensi mahasiswa dan dosen pendamping UMS yang kembali mampu mempertahankan prestasi dalam ajang Abdidaya Ormawa.
“Alhamdulillah, UMS kembali mampu mempertahankan perolehan penghargaan di ajang Abdidaya Ormawa 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa komitmen dan semangat mahasiswa serta dosen pendamping dalam menjalankan pengabdian masyarakat terus terjaga dengan sangat baik,” ujar Kholid, Minggu (25/10/2026).
Pendampingan Intensif Jadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan UMS meraih tiga penghargaan tidak terlepas dari proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan secara terstruktur oleh DKPTI.
Kasubdit Talenta-Inovasi dan Prestasi DKPTI UMS, Ir. Muhammad Alfatih, S.T., M.T., menjelaskan bahwa pendampingan telah dilakukan sejak tahap awal perancangan ide hingga pelaksanaan dan evaluasi program di lapangan.
“Proses pendampingan dilakukan secara intensif sejak tahap perancangan ide, seleksi internal, hingga pembekalan dan monitoring evaluasi secara berkala di lapangan. Kami juga memfasilitasi diskusi dengan dosen-dosen pembina yang ahli di bidangnya untuk memastikan program yang dibawakan ormawa tepat sasaran, inovatif, serta memiliki dampak yang terukur bagi masyarakat,” jelas Alfatih.
Menurutnya, keberhasilan program pengabdian tidak hanya diukur dari capaian penghargaan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat mitra.
Karena itu, pimpinan UMS berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh organisasi kemahasiswaan untuk semakin aktif mengembangkan program pengabdian yang inovatif dan berkelanjutan.
“Harapan kita ke depan, partisipasi ormawa UMS dalam program pengabdian semakin meluas, kualitas inovasinya makin meningkat, dan sinergi antara perguruan tinggi dengan masyarakat mitra semakin erat,” tuturnya.
Mahasiswa Bersyukur, Siapkan Keberlanjutan Program
Kebanggaan atas capaian tiga penghargaan tersebut juga dirasakan para mahasiswa yang terlibat langsung dalam pelaksanaan PPK Ormawa.
Ketua Tim Pelaksana HMP PTI FKIP UMS, Ivan Budi, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas hasil kerja keras seluruh anggota tim, dosen pendamping, serta dukungan kampus dan masyarakat mitra.
“Perasaan kami tentu sangat bersyukur, bangga, dan terharu. Kerja keras seluruh anggota tim, dosen pendamping, serta dukungan penuh dari kampus dan masyarakat mitra akhirnya membuahkan hasil yang manis dalam ajang Abdidaya tahun ini,” ungkap Ivan.
Ia mengakui, perjalanan menuju ajang Abdidaya Ormawa 2026 tidak terlepas dari berbagai tantangan. Dinamika sosial masyarakat, pengelolaan waktu antara kegiatan akademik dan pengabdian, hingga penyesuaian program di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi tim mahasiswa.
Salah satu tantangan utama adalah membangun komunikasi efektif agar masyarakat dapat terlibat aktif dan memiliki kemandirian dalam menjalankan program.
“Tantangan utama yang kami hadapi adalah bagaimana membangun komunikasi yang efektif agar masyarakat tergerak untuk terlibat aktif dan mandiri. Namun, dengan pendekatan persuasif dan program edukasi berbasis teknologi inovatif yang kami usung, tantangan tersebut dapat kami atasi bersama,” tambahnya.
Program Pengabdian Tidak Berhenti pada Kompetisi
Meski telah meraih penghargaan nasional, UMS bersama organisasi mahasiswa yang terlibat berkomitmen memastikan program pengabdian tetap berjalan setelah kompetisi berakhir.
IMM Komisariat Al Ghozali Fakultas Psikologi dan HMP PTI FKIP UMS telah menyiapkan skema keberlanjutan atau roadmap program, termasuk dokumen panduan operasional.
Langkah tersebut disiapkan agar kepengurusan organisasi mahasiswa berikutnya dapat melanjutkan pendampingan sekaligus mengembangkan program yang telah dirintis bersama masyarakat mitra.
Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan kompetisi, tetapi dapat terus berkembang dalam jangka panjang.
Raihan tiga penghargaan dalam Abdidaya Ormawa 2026 semakin memperkuat komitmen UMS dalam mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata mahasiswa dalam memberikan solusi dan manfaat bagi masyarakat.








