Antisipasi Sambaran Petir saat Musim Hujan, KAI Daop 6 Periksa Proteksi Persinyalan hingga 100 Persen

oleh
oleh

YOGYAKARTA, MettaNEWS – Mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api akibat sambaran petir selama musim penghujan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memperkuat sistem proteksi pada peralatan persinyalan dan perangkat pendukung operasional kereta api.

Langkah mitigasi dilakukan melalui pemeriksaan sistem proteksi petir serta perbaikan grounding atau sistem pembumian pada sejumlah peralatan operasional. Upaya tersebut bertujuan menjaga keandalan prasarana sekaligus meminimalkan risiko kerusakan perangkat elektronik akibat sambaran petir.

Hingga 28 Oktober 2026, pemeriksaan sistem proteksi pada seluruh peralatan di wilayah Sinyal, Telekomunikasi, dan Listrik (Sintelis) serta Listrik Aliran Atas (LAA) Daop 6 Yogyakarta telah mencapai 100 persen.

Sementara itu, pekerjaan perbaikan grounding proteksi petir di wilayah Sintelis Solo mencakup 534 titik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 394 titik telah selesai dikerjakan atau mencapai progres 73,78 persen.

Perbaikan grounding meliputi sejumlah perangkat penting, di antaranya peralatan peraga sinyal, axle counter, Equipment Room (ER), dan Location Case (LC).

Sistem grounding memiliki fungsi penting untuk menyalurkan arus listrik akibat sambaran petir ke tanah sehingga dapat mengurangi risiko kerusakan peralatan elektronik maupun gangguan pada sistem persinyalan kereta api.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kesiapan prasarana, khususnya perangkat persinyalan, menjadi salah satu perhatian utama perusahaan dalam menghadapi musim penghujan.

“Petir merupakan salah satu faktor alam yang berpotensi memengaruhi keandalan peralatan persinyalan dan pendukung operasional kereta api. Oleh karena itu, KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan langkah mitigasi melalui pemeriksaan sistem proteksi secara menyeluruh serta perbaikan grounding secara bertahap untuk memastikan peralatan memiliki perlindungan yang memadai dalam menghadapi potensi sambaran petir selama musim penghujan,” ujar Feni.

Perbaikan Grounding Terus Dikebut

Feni menjelaskan, pemeriksaan dan pemeliharaan prasarana merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan sedini mungkin.

KAI Daop 6 Yogyakarta juga terus mengupayakan penyelesaian pekerjaan perbaikan grounding yang masih berlangsung agar dapat diselesaikan sesuai rencana pekerjaan dan standar teknis yang berlaku.

“Langkah mitigasi ini untuk menjaga keandalan prasarana khususnya persinyalan tetap optimal. Kesiapan ini diharapkan dapat mendukung operasional perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar, sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan di tengah kondisi cuaca yang dinamis,” tambah Feni.

Menurutnya, pemeliharaan prasarana secara berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem pendukung perjalanan kereta api, terutama ketika intensitas hujan dan potensi sambaran petir meningkat.

Penumpang Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan

Selain memperkuat kesiapan infrastruktur, KAI Daop 6 Yogyakarta juga mengingatkan para pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan.

Imbauan tersebut berlaku sejak pelanggan melakukan perjalanan menuju stasiun, berada di area stasiun, hingga saat naik dan turun dari kereta api.

Feni mengingatkan bahwa perubahan kondisi cuaca membutuhkan perhatian lebih dari seluruh pengguna jasa kereta api agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

“Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kedisiplinan pelanggan dalam mengikuti aturan dan arahan petugas. Dengan meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku aman selama musim penghujan, kami berharap perjalanan pelanggan tetap selamat, lancar, dan nyaman,” tutup Feni.

Melalui penguatan sistem proteksi petir, perbaikan grounding, serta pemeliharaan prasarana secara berkelanjutan, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen menjaga keselamatan dan keandalan operasional perjalanan kereta api selama musim penghujan.