UMS Jadi Rujukan Penjaminan Mutu Kampus, UMH Jajaki Pendampingan Sistem Akademik

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi rujukan benchmarking penguatan penjaminan mutu perguruan tinggi.

Universitas Mitra Husada (UMH) mengunjungi UMS untuk mempelajari tata kelola mutu akademik sekaligus sistem pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi (PPKPT), Kamis (15/10/2026).

Kunjungan bertajuk Benchmarking for Quality Excellence tersebut menjadi bagian dari upaya UMH menindaklanjuti proses akreditasi institusi yang telah dijalani beberapa minggu sebelumnya. Melalui kegiatan ini, UMH ingin memperkuat sistem penjaminan mutu agar pengelolaan akademik dapat berjalan secara berkelanjutan.

Rektor UMH, Dr. Dwi Wulandari, S.Kep., Ns., M.Kes., bersama rombongan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMH diterima Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D., beserta jajaran Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMS di Ruang Sidang Rektorat UMS.

Kepala BPM UMS, Hari Prasetyo, S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut berfokus pada dua hal utama, yakni sistem penjaminan mutu perguruan tinggi serta pencegahan dan penanganan kekerasan melalui PPKPT.

“Jadi, kegiatan ini salah satu kegiatan benchmarking yang dilakukan oleh UMH, yang ingin belajar tentang dua hal. Yang pertama tentang penjaminan mutu, yang kedua tentang penanganan kekerasan atau PPKPT di UMS,” ujar Hari.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan kelembagaan, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan melalui pendampingan atau coaching dari UMS kepada UMH.

Pendampingan yang dijajaki mencakup penyusunan dokumen penjaminan mutu, manajemen pengelolaan sistem mutu, hingga pengembangan sistem informasi untuk mendukung pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggi.

Langkah ini diharapkan membantu UMH mengembangkan sistem yang lebih terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, sehingga peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akreditasi, tetapi juga pada pelaksanaan tata kelola akademik sehari-hari.

UMS Perkuat Transformasi Digital dan Kualitas Akademik

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menekankan pentingnya transformasi digital dalam mendukung tata kelola perguruan tinggi. Menurutnya, layanan kampus berbasis digital perlu dikembangkan agar semakin praktis, terintegrasi, dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika.

Sistem digital yang baik diharapkan mampu menyederhanakan proses administrasi sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan layanan akademik. Dengan demikian, perguruan tinggi dapat memberikan pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Selain transformasi digital, UMS juga terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui penguatan kualifikasi dan kompetensi dosen. Peningkatan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat performa akademik dan daya saing universitas di tingkat internasional.

“Kemudian performa akademik ke depan, kita ingin menjadi world-class university,” tutur Ihwan.

Ia menambahkan, UMS juga mendorong sejumlah program studi untuk memenuhi standar internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Penguatan penjaminan mutu, pengembangan layanan digital, serta peningkatan kompetensi dosen menjadi aspek yang saling mendukung dalam membangun tata kelola universitas yang lebih efektif dan berorientasi pada kualitas.

Perkuat Pencegahan Kekerasan dan Dukungan Mahasiswa

Dalam aspek pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, UMS turut mengembangkan sistem dukungan bagi mahasiswa. Salah satunya melalui layanan kesehatan mental dan dukungan kesejahteraan mahasiswa.

Upaya tersebut merupakan bagian dari perhatian universitas terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung keberlangsungan studi mahasiswa.

Pembahasan mengenai PPKPT dalam kunjungan UMH juga menjadi kesempatan untuk mempelajari pendekatan kelembagaan dalam membangun lingkungan kampus yang lebih aman serta memperkuat mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan.

Melalui kegiatan benchmarking ini, UMS membuka ruang pertukaran pengetahuan sekaligus peluang pendampingan bagi UMH dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu sesuai kebutuhan institusi.

Rencana coaching menjadi salah satu tindak lanjut yang dijajaki untuk memperkuat kapasitas pengelolaan mutu UMH. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan tata kelola, kualitas layanan akademik, dan budaya mutu di lingkungan perguruan tinggi.