KARANGANYAR, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan kesiapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) agar mampu beroperasi secara optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan yakni meningkatkan kompetensi bendahara koperasi melalui pelatihan dan sertifikasi.
Program tersebut menyasar sekitar 5.040 bendahara KDKMP yang tersebar di Jawa Tengah. Selain meningkatkan kemampuan pengelolaan keuangan, langkah ini juga menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan koperasi agar berjalan profesional, transparan, dan akuntabel.
Melalui koperasi, produk-produk UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menjangkau pasar. Dengan demikian, KDKMP dapat memperkuat rantai distribusi sekaligus menjadi mitra pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan Sistem Informasi Fit and Proper Test (SI FIT) Koperasi. Sistem ini menjadi bagian dari penguatan tata kelola kelembagaan, khususnya untuk mendukung proses uji kelayakan dan kepatutan calon pengurus koperasi.
Melalui peningkatan kompetensi pengurus dan bendahara, penyempurnaan data, serta penguatan sistem tata kelola, Pemprov Jateng berharap KDKMP dapat berkembang menjadi koperasi yang sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus memastikan KDKMP tidak sekadar terbentuk secara kelembagaan, tetapi benar-benar mampu menjalankan kegiatan usaha, memperluas akses pasar UMKM, serta menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.








