Percepat Penanggulangan TBC, 884 Puskesmas di Jateng Dilengkapi Alat Diagnostik

oleh
oleh

KARANGANYAR, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat upaya percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui peningkatan kemampuan deteksi kasus hingga tingkat puskesmas.

Sebanyak 884 puskesmas di Jawa Tengah akan dilengkapi alat diagnostik TBC mulai Oktober 2026. Dukungan tersebut diberikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mempercepat penemuan kasus dan penanganan TBC di tingkat pelayanan kesehatan dasar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi dukungan Kemenkes tersebut. Menurutnya, ketersediaan alat diagnostik menjadi modal penting dalam memperkuat program active case finding (ACF) TBC di Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Sumarno saat Pembukaan Monitoring dan Evaluasi Active Case Finding (ACF) TBC Provinsi Jawa Tengah di Anaya Azana Villa & Resort Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Senin (28/9/2026).

“Di masing-masing desa nanti juga ada kader berdasarkan kasus. Operasional dari Kementerian Kesehatan,” ujar Sumarno.

Menurut Sumarno, kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan kader di tingkat desa menjadi salah satu kekuatan untuk mempercepat penemuan kasus TBC. Namun, upaya tersebut tidak cukup hanya dengan menemukan dan mengobati masyarakat yang telah terdiagnosis TBC.

Penelusuran terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC juga perlu diperkuat. Masyarakat yang memiliki risiko terpapar didorong untuk aktif memeriksakan diri sehingga kasus dapat ditemukan lebih dini.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat perkembangan program penanggulangan TBC sekaligus mengidentifikasi berbagai kekurangan yang masih perlu diperbaiki.

“Kita memonitor selama beberapa bulan ini apa yang telah dikerjakan dan melihat perkembangannya. Kita melihat apa yang masih kurang dan kita saling mengisi,” kata Benjamin.

Ia menjelaskan, penanggulangan TBC saat ini tidak hanya berfokus pada pengobatan pasien yang telah terdiagnosis. Aspek pencegahan juga diperkuat, salah satunya melalui pemeriksaan terhadap masyarakat yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC.

Pemeriksaan dapat dilakukan melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan menggunakan X-ray. Dengan langkah tersebut, kasus TBC diharapkan dapat ditemukan lebih awal.

Masyarakat yang membutuhkan obat pencegahan dapat segera mendapatkan penanganan, sedangkan mereka yang telah terdiagnosis TBC dapat memperoleh pengobatan.

“Untuk pengobatan sudah bagus. Kita sekarang mengejar di pencegahan. Masyarakat yang kontak erat dilakukan CKG dengan X-ray,” jelas Benjamin.

Khusus di Jawa Tengah, Benjamin menyebut seluruh puskesmas akan mendapatkan alat diagnostik TBC. Total terdapat 884 puskesmas yang akan menerima dukungan peralatan tersebut mulai bulan depan.

Ketersediaan alat diagnostik di seluruh puskesmas diharapkan memperkuat pelaksanaan active case finding sekaligus mempercepat proses penemuan dan penanganan kasus TBC hingga tingkat pelayanan kesehatan dasar.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus serta perwakilan Dinas Kesehatan dari sejumlah provinsi, antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pencanangan Desa/Kelurahan Siaga TB di Jawa Tengah sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dan pemerintah di tingkat desa/kelurahan dalam penanggulangan TBC.