Wawali Astrid Tekankan Sekolah Lansia Jadi Ruang Belajar dan Berkarya

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menghadiri Pertemuan 3 Sekolah Lansia Kelurahan Baluwarti di Balai RW XI, Kelurahan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Astrid menekankan pentingnya menyiapkan warga lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan memiliki kehidupan yang bermakna di tengah meningkatnya usia harapan hidup.

Astrid mengatakan, meningkatnya usia harapan hidup merupakan capaian yang patut disyukuri. Namun, kondisi tersebut juga perlu diikuti dengan upaya bersama untuk memastikan lansia tetap memiliki kualitas hidup yang baik.

“Kita sedang memasuki era aging population. Karena itu, mempersiapkan lansia yang sehat dan berdaya bukan hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” kata Astrid.

Menurutnya, Sekolah Lansia menjadi salah satu ruang penting untuk menjawab tantangan tersebut. Program itu tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menjadi wadah bagi para lansia untuk belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, dan memperkuat kebersamaan.

Materi yang diberikan dalam Sekolah Lansia mencakup berbagai aspek kehidupan. Mulai dari penuaan dan motivasi lansia, diabetes melitus, hipertensi, stroke, terapi spiritual, kesehatan psikologis, gangguan muskuloskeletal dan sendi, gangguan kognitif seperti demensia dan Alzheimer, gizi, hingga olahraga.

Astrid berharap program tersebut mampu mewujudkan lansia yang SMART, yakni sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.

“Harapannya, Sekolah Lansia dapat mewujudkan lansia yang SMART, yakni sehat, mandiri, aktif, produktif dan bermartabat. Kesehatan lansia bukan hanya soal fisik, tetapi juga kesehatan mental, hubungan sosial, spiritualitas, kemampuan belajar dan kesempatan untuk tetap berkarya,” ujarnya.

Diikuti Sekitar 30 Peserta

Sekolah Lansia di Kota Surakarta dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang ramah lansia. Program tersebut tidak hanya berisi edukasi kesehatan, tetapi juga dapat mencakup pemeriksaan kesehatan, aktivitas bersama, serta pemberdayaan lansia.

Berdasarkan program Sekolah Lansia Kota Surakarta, peserta ditujukan bagi lansia berusia di atas 60 tahun, pra-lansia usia 45–59 tahun, serta komunitas lansia. Sementara itu, kelas Sekolah Lansia di Kelurahan Baluwarti diikuti sekitar 30 peserta.

Astrid mengapresiasi semangat para peserta yang terus mengikuti proses pembelajaran hingga pertemuan ketiga. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dibagikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

“Usia bukan menjadi penghalang untuk tetap aktif, berkarya, bersosialisasi, dan memberikan manfaat bagi keluarga maupun masyarakat. Mari kita jadikan Sekolah Lansia sebagai ruang untuk terus belajar dan bertumbuh,” pungkasnya.

Astrid menambahkan, Pemkot Surakarta akan terus mendorong terciptanya lingkungan yang ramah lansia melalui sinergi antara pemerintah, keluarga, masyarakat, fasilitas kesehatan, dan berbagai pihak.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung para lansia agar menjalani kehidupan dengan aman, sehat, nyaman, mandiri, dan bermartabat.

Program Sekolah Lansia juga sejalan dengan tugas DP3AP2KB Kota Surakarta dalam pembangunan keluarga, pengendalian penduduk, serta pelaksanaan program dan pembinaan di bidang terkait.