SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo segera melakukan revitalisasi Pasar Klitikan Notoharjo pascakebakaran yang terjadi di salah satu bagian pasar tersebut. Pembenahan ditargetkan dilakukan secepatnya agar aktivitas perdagangan para pedagang dapat kembali berjalan.
Wali Kota Solo Respati Ardi meninjau langsung kondisi Pasar Klitikan Notoharjo, Rabu (23/9/2026). Dalam peninjauan tersebut, Respati memastikan Pemkot Solo akan segera melakukan perbaikan sekaligus penataan kembali pasar.
Menurut Respati, revitalisasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari para pedagang sehingga pembenahan yang dilakukan dapat menjawab kebutuhan di lapangan.
“Pertama kita segera cepat tanpa menunggu waktu kita segera revit (revitalisasi), kita benahi agar pedagang bisa berdagang lagi nanti setelah selesai,” kata Respati.
Tak hanya melakukan perbaikan fisik, Pemkot Solo juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk kembali menarik masyarakat berbelanja ke Pasar Notoharjo setelah proses revitalisasi selesai.
Respati menyebut salah satu konsep yang disiapkan adalah festival yang berkaitan dengan karakter Pasar Notoharjo, seperti festival barang bekas hingga kontes motor tua dan modifikasi.
Untuk meningkatkan daya tarik pengunjung, Pemkot Solo juga berencana menyediakan undian berhadiah bagi konsumen yang berbelanja langsung di Pasar Notoharjo. Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda motor, televisi hingga kulkas.
“Dan tadi mendapatkan masukan dari pedagang, kita akan berikan festival di Pasar Notoharjo. Jadi undian bagi para konsumen yang berbelanja supaya menarik minat belanja. Kita berikan doorprize yang menarik, motor, TV, kulkas untuk para konsumen yang berbelanja langsung di Pasar Notoharjo,” jelasnya.
Respati menambahkan, festival tersebut dapat dikemas dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan karakter pasar.
“Jadi ada festival seperti kontes motor tua modifikasi dan lain-lain,” imbuhnya.
Evaluasi Aktivitas Pedagang
Selain membahas revitalisasi, Respati juga menyoroti aktivitas sejumlah pedagang yang diduga berkaitan dengan titik awal kebakaran. Pemkot Solo akan melakukan evaluasi sekaligus pembinaan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Respati mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat bahan seperti tiner di lokasi yang berkaitan dengan aktivitas pedagang.
“Pasti evaluasi, dan tadi kita undang supaya lebih berhati-hati karena infonya ada beberapa tiner di tempat. Kita akan lakukan pembinaan supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas bengkel tidak diperbolehkan dilakukan di lantai dua pasar. Karena itu, penataan aktivitas pedagang akan menjadi bagian dari pembinaan setelah kebakaran.
“Karena sejatinya di lantai dua tidak boleh untuk bengkel. Jadi harus di bawah, nanti kita akan lakukan pembinaan,” tambahnya.
Respati berharap revitalisasi tidak hanya mengembalikan fungsi pasar seperti sebelumnya, tetapi juga membuat Pasar Klitikan Notoharjo lebih nyaman dan aman bagi pedagang maupun konsumen.
Setelah pembenahan selesai, berbagai kegiatan dan festival diharapkan dapat kembali menghidupkan aktivitas perdagangan sekaligus menarik lebih banyak masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja di Pasar Notoharjo.








