SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Surakarta Astrid Widayani memaknai lomba lari estafet dalam rangka Dies Natalis ke-28 Universitas Surakarta (UNSA) bukan sekadar ajang olahraga. Di balik pergantian tongkat dari satu pelari ke pelari berikutnya, terselip pesan tentang kebersamaan, kolaborasi, dan keberlanjutan antargenerasi.
Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menghadiri kegiatan senam sehat dan lomba lari estafet Dies Natalis ke-28 UNSA di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (17/9/2026).
Menurut Astrid, estafet menjadi gambaran perjalanan panjang yang harus diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam konteks pendidikan, UNSA dinilai memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
“Estafet ini menjadi simbol bagaimana perjalanan panjang itu diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. UNSA bisa menjadi sarana perjalanan panjang bagi generasi penerus untuk menjadi calon-calon pemimpin,” kata Astrid dalam sambutannya.
Ia menilai setiap peserta dalam lomba estafet memiliki peran penting untuk mencapai tujuan bersama. Nilai tersebut, kata Astrid, tidak hanya relevan dalam olahraga, tetapi juga dalam kehidupan kampus hingga pembangunan Kota Surakarta.
“Estafet mengajarkan kekompakan, kerja sama, komunikasi, disiplin dan sportivitas. Nilai-nilai ini juga sejalan dengan semangat membangun Kota Surakarta karena kemajuan kota membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi,” ujarnya.
Astrid juga mengapresiasi pemilihan Stadion Sriwedari sebagai lokasi kegiatan. Menurutnya, Sriwedari bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi memiliki sejarah panjang dalam perjalanan olahraga Indonesia.
“Pemilihan Stadion Sriwedari ini sangat baik karena punya nilai sejarah panjang terkait olahraga. Dari tempat yang bersejarah ini, semangat estafet generasi juga bisa kita maknai bersama,” tutur Astrid.
Lebih lanjut, Astrid menyoroti berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda. Tantangan dunia pendidikan, menurutnya, terus mengalami perubahan seiring perkembangan zaman.
Jika sebelumnya generasi muda banyak menghadapi tantangan globalisasi, kini mereka harus berhadapan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat, derasnya arus informasi, disinformasi hingga isu perpecahan.
Karena itu, Astrid berharap UNSA terus beradaptasi dengan perubahan dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berkolaborasi serta menjaga kebersamaan.
“UNSA harus bisa menghadapi tantangan-tantangan ke depan. Mudah-mudahan selalu adaptif dan terus mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat, Kota Surakarta dan bangsa Indonesia,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Astrid juga menyampaikan ucapan selamat atas Dies Natalis ke-28 UNSA. Dies Natalis tahun ini mengusung tema ‘UNSA Berdaya, Menguatkan Pendidikan, Membangun Kemandirian dan Menjawab Tantangan Bangsa’.
“Selamat Dies Natalis ke-28 Universitas Surakarta. Tetap semangat, terus bergerak dan terus berkontribusi,” pungkasnya.








