Pegadaian dan UNSA Jalin Kerja Sama Strategis, Dorong Literasi Keuangan Syariah di Kalangan Mahasiswa

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – PT Pegadaian (Persero) dan Universitas Surakarta (UNSA) resmi menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah di lingkungan perguruan tinggi. Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Perjanjian Kerja Sama (MoA), dan Kesepakatan Implementasi (IA) pada Kamis (27/8/2026).

Penandatanganan kerja sama tersebut dirangkai dengan Talkshow “Gerbang Emas: Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah” yang digelar di Kampus UNSA. Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi civitas akademika untuk memahami pengelolaan keuangan, investasi, produk Pegadaian Syariah, hingga pentingnya integritas dalam tata kelola.

Acara dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Surakarta Dr. Arya Surendra, M.M., dan Deputy Bisnis Area Surakarta PT Pegadaian Anas Sulistyo.

Rektor UNSA Arya Surendra menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia berharap kerja sama antara UNSA dan Pegadaian tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi dilanjutkan dengan program konkret yang memberikan manfaat bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat.

“Kami menyambut baik sinergi antara UNSA dan Pegadaian melalui Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah ini. Kerja sama ini kami harapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU, MoA, dan IA, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, sivitas akademika, serta masyarakat,” kata Arya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun ekosistem ekonomi syariah melalui peningkatan literasi, inklusi, inovasi, kewirausahaan, dan pemberdayaan generasi muda.

Arya berharap kolaborasi tersebut dapat membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung dari dunia industri.

“Kami berharap kolaborasi dengan Pegadaian dapat membuka semakin banyak ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari dunia industri, mengembangkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan, sekaligus melahirkan program-program produktif yang memiliki dampak ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Ia berharap kemitraan tersebut menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan dampak nyata.

“Semoga kerja sama ini menjadi langkah awal dari kemitraan yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi serta masyarakat,” imbuh Arya.

Pegadaian Dorong Generasi Muda Melek Finansial

Sementara itu, Deputy Bisnis Area Surakarta PT Pegadaian Anas Sulistyo menegaskan komitmen Pegadaian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar semakin memahami pengelolaan keuangan.

Menurut Anas, edukasi keuangan menjadi penting bagi generasi muda, terutama dalam memahami berbagai pilihan investasi yang dapat dilakukan sejak dini.

“Melalui sinergi dengan UNSA, kami ingin memperluas jangkauan edukasi mengenai produk-produk investasi, khususnya Tabungan Emas, yang merupakan instrumen investasi jangka panjang dan aman bagi generasi muda,” ungkapnya.

Melalui kerja sama tersebut, Pegadaian berharap mahasiswa tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga mampu membuat keputusan finansial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.

Edukasi Investasi hingga Anti Korupsi

Talkshow Gerbang Emas menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan profesional dan internal Pegadaian. Materi pertama disampaikan Gus Minging D.S., Psi., MBA., Psikolog, melalui topik “Pentingnya Berinvestasi”.

Materi tersebut memberikan pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan sekaligus pentingnya membangun kebiasaan investasi sejak usia muda.

Materi utama mengenai “Gerbang Emas (Gerakan Bangkitkan Ekonomi Syariah)” kemudian disampaikan Pemimpin Cabang Pegadaian Purwotomo, Herdina Sarah Swastika, S.E.

Dalam paparannya, Herdina membahas berbagai produk dan layanan Pegadaian Syariah yang mengedepankan prinsip transparansi dan kebermanfaatan. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan layanan tersebut untuk mendukung pengelolaan keuangan dan peningkatan kesejahteraan.

Tidak hanya membahas investasi dan ekonomi syariah, kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai integritas melalui sesi Penyuluhan Anti Korupsi (PAKSI).

Materi PAKSI disampaikan Kepala Audit Intern PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang, Basuki Dwijosaputro, S.P., CRA, PIA, CFrA, QIA, CRP.

Sesi tersebut menegaskan komitmen Pegadaian dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) serta kebijakan Zero Tolerance terhadap berbagai bentuk kecurangan.

Edukasi anti korupsi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya integritas yang sejalan dengan program Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mahasiswa Aktif Ikuti Diskusi

Kegiatan yang dimoderatori Kepala Biro Kerja Sama UNSA Erna Wati, S.H., LL.M., berlangsung interaktif. Peserta mendapat kesempatan berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber.

Panitia juga menyiapkan berbagai gimmick sebagai bentuk apresiasi bagi peserta yang aktif mengikuti sesi tanya jawab.

Kolaborasi Pegadaian dan UNSA tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas budaya literasi keuangan syariah di lingkungan pendidikan.

Melalui kerja sama ini, kedua institusi berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam mengelola keuangan dan memahami investasi, tetapi juga mandiri, inovatif, serta memiliki integritas.

Dengan demikian, edukasi ekonomi syariah di perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi bekal mahasiswa untuk berkontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat.