Kebakaran TPA Putri Cempo Mulai Teratasi, 1,1 Hektare Blok B Berhasil Dilokalisir

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Penanganan kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Kota Surakarta, mulai teratasi.

Hingga Rabu (9/9/2026) malam, tim gabungan berhasil menangani sekitar 30–35 persen area kebakaran di Blok B. Luasan yang telah ditangani mencapai sekitar 1,1 hektare dari total area Blok B yang mencapai 3,92 hektare.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan perkembangan tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone termal.

Sejumlah titik yang sebelumnya terindikasi masih terbakar kini mulai berubah menjadi hitam. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikator bahwa api mulai berhasil dilokalisir.

“Progres penanganan kebakaran hari ini menunjukkan hasil yang signifikan, khususnya di area Blok B. Dari pemantauan menggunakan drone termal, di beberapa titik sudah terlihat hitam. Ini menandakan api sudah berhasil dilokalisir,” kata Ari.

Hal itu disampaikan Ari seusai rapat koordinasi evaluasi penanganan titik api di TPA Putri Cempo. Rapat tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari BNPB, BPPTKG, BPBD Provinsi Jawa Tengah, BPBD Kota Surakarta, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kecamatan Jebres, Kelurahan Mojosongo hingga Satpol PP.

Pemadaman Fokus Lereng Timur Blok B

Meski progres penanganan telah mencapai 30–35 persen, proses pemadaman masih terus dilakukan secara bertahap. Tim gabungan kini memusatkan operasi di zona Blok B yang masih memiliki titik api.

Pada pukul 21.01 WIB, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan apel bersama untuk memfokuskan operasi pemadaman, terutama di lereng timur dan sebagian lereng barat Blok B.

“Untuk malam ini, setelah apel bersama, tim gabungan fokus melakukan pemadaman di zona B, terutama lereng timur dan sebagian lereng barat,” ujarnya.

Pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan personel. Tim terus berupaya melokalisir titik api agar tidak kembali meluas ke area lain.

Siapkan 6,5 Ton Bahan Modifikasi Cuaca

Selain pemadaman dari darat, pemerintah juga menyiapkan strategi lain untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran, yakni melalui modifikasi cuaca.

Ari mengatakan koordinasi terkait rencana modifikasi cuaca telah dilakukan bersama BNPB dan Lanud. Saat ini, bahan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan modifikasi cuaca sekitar 6,5 ton telah disiapkan.

Namun, pelaksanaan masih menunggu informasi dari BMKG terkait kondisi atmosfer dan cuaca yang memungkinkan operasi tersebut dilakukan.

“Untuk modifikasi cuaca, sudah dilakukan rapat dengan BNPB dan Lanud. Bahannya sekitar 6,5 ton sudah disiapkan. Tinggal menunggu dari BMKG terkait perkiraan cuaca yang mendukung,” jelas Ari.

Drone Deteksi Gas Kembali Diterbangkan

Pemantauan kondisi TPA Putri Cempo juga dilakukan dengan bantuan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika?

Ari menjelaskan, BPPTKG turut membantu proses pemantauan menggunakan drone yang memiliki kemampuan mendeteksi kandungan gas yang muncul dari sisa kebakaran.

Data hasil pemantauan tersebut nantinya akan dianalisis lebih lanjut untuk mengetahui kondisi kawasan terdampak. BPPTKG juga dijadwalkan kembali menerbangkan drone pada Kamis (10/9/2026).

“BPPTKG juga membantu dengan menerbangkan drone yang dapat mendeteksi kandungan gas yang muncul dari sisa kebakaran. Hasilnya akan dianalisis lebih lanjut dan besok drone akan kembali diterbangkan,” kata Ari.

3,5 Juta Liter Air Digunakan

Besarnya kebakaran membuat kebutuhan air untuk proses pemadaman juga sangat tinggi. Hingga saat ini, tim gabungan diperkirakan telah menggunakan sekitar 3,5 juta liter air.

Ari menegaskan, penanganan kebakaran akan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan seluruh unsur yang berada di lapangan.

Fokus utama saat ini adalah memastikan titik-titik api di Blok B semakin terlokalisir dan dapat dipadamkan sepenuhnya.

“Penanganan terus kami lakukan secara bersama-sama dan bertahap. Fokusnya saat ini bagaimana titik-titik api di Blok B bisa terus dilokalisir dan dipadamkan,” pungkasnya.