SEMARANG, MettaNEWS – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot populasi sapi perah dan produksi susu memasuki babak baru. Peternak kini dapat memanfaatkan teknologi semen beku sapi perah sexing untuk mengarahkan jenis kelamin anak sapi yang lahir melalui proses inseminasi buatan.
Teknologi tersebut menjadi salah satu terobosan yang diandalkan Pemprov Jateng untuk mempercepat pengembangan peternakan sapi perah sekaligus memperkuat Jawa Tengah sebagai salah satu sentra produksi susu nasional.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, teknologi sexing memungkinkan peternak menyesuaikan kelahiran anak sapi dengan kebutuhan pengembangan populasi ternaknya.
“Kalau masyarakat pengin sapinya betina, ya dicarakan di sini. Kalau pengin sapinya menjadi pejantan, bisa. Artinya ini inovasi yang luar biasa. Populasinya bisa kita atur,” kata Taj Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri Jateng Livestock Fest 2026 di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Peternakan (Distannak) Jawa Tengah, Semarang, Jumat (4/9/2026).
Jateng Ingin Jadi Sentra Produksi Susu
Taj Yasin menilai pemanfaatan teknologi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperbesar populasi sapi perah di Jawa Tengah. Semakin kuat populasi sapi perah, peluang peningkatan produksi susu juga semakin besar.
“Kita ingin Jawa Tengah ini menjadi sentra produsen susu,” tegasnya.
Ia menyebut Jawa Tengah saat ini memberikan kontribusi sekitar 9,4 persen terhadap produksi susu nasional dan berada di peringkat ketiga secara nasional.
Karena itu, pengembangan sapi perah terus dilakukan dengan memperkuat sentra-sentra peternakan di sejumlah daerah. Salah satunya melalui komitmen bersama pengembangan sapi perah di Kabupaten Batang dan Kabupaten Brebes.
Menurut Taj Yasin, peningkatan produksi susu juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan konsumsi protein hewani masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa susu merupakan salah satu sumber pangan bergizi yang perlu dikonsumsi secara rutin.
“Minum susu itu harusnya tiap hari. Tidak ada hari khusus,” katanya.
Bisa Arahkan Kelahiran Anak Sapi
Kepala Distannak Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, teknologi sexing tersebut menggunakan semen beku sapi perah sexing yang dikembangkan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Jawa Tengah.
Melalui teknologi tersebut, inseminasi buatan dapat diarahkan untuk menghasilkan anak sapi dengan jenis kelamin sesuai kebutuhan peternak.
“Misalnya ada peternak yang memiliki 10 ekor sapi kemudian ingin diinseminasi buatan menjadi betina semua bisa, jantan semua juga bisa,” jelas Defransisco.
Menurutnya, teknologi ini dapat menjadi instrumen untuk mempercepat peningkatan populasi sapi perah. Peternak dapat menyesuaikan pengembangan ternaknya dengan kebutuhan produksi.
Pemanfaatan semen beku sexing juga diharapkan mampu memperkuat rantai produksi susu dari hulu, yakni ketersediaan populasi sapi perah, hingga hilir berupa peningkatan produksi susu.
Bantuan Semen Beku hingga Sapi Perah
Dalam Jateng Livestock Fest 2026, Pemprov Jawa Tengah turut menyerahkan semen beku sapi perah sexing kepada Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang.
Bantuan sapi perah juga diberikan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Selain itu, sertifikat GFP diserahkan kepada Kelompok Tani Banjarsari I, Desa Semampir, dan Kelompok Tani Sepet Harum II, Desa Pacet, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang.
Pengembangan sapi perah di Batang dan Brebes tersebut menjadi bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk membangun ekosistem persusuan yang lebih kuat.
Program itu sekaligus ditandai dengan peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah (Gerakan Pengembangan Persusuan Jawa Tengah).
Ada Gerakan Minum Susu hingga Bento Challenge
Jateng Livestock Fest 2026 merupakan rangkaian Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 26 September 2026.
Selain peluncuran Gerbang Susu Jawa Tengah, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan bantuan protein hewani, Gelar Market Hasil Peternakan Berkualitas, Kreatif Bento Challenge, serta Gerakan Minum Susu atau Gerimis.
Sebanyak 200 paket berisi ayam, susu, dan telur juga dibagikan kepada masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi protein hewani.
Dengan dukungan teknologi inseminasi buatan, penguatan sentra sapi perah, bantuan kepada peternak, hingga gerakan konsumsi susu, Jawa Tengah menargetkan ekosistem persusuan yang semakin kuat dan mampu meningkatkan kontribusinya terhadap produksi susu nasional.








