Mengetuk Kesadaran dan Budaya Membaca Lewat Omah Baca Nawala  

oleh
oleh
Rotary Solo Kartini
Ngabuburit bareng Omah Baca Nawala, Selasa (13/4/2022) | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Free library Omah Baca Nawala yang berada di halaman Balaikota Solo ramai peminat. Terlihat dari pemandangan sehari-hari masyarakat banyak yang memanfaatkan Omah Baca Nawala dengan membaca buku-buku yang disediakan di perpustakaan taman tersebut. 

Omah Baca Nawala ini diinisiasi oleh Rotary Club Solo Kartini dengan menggandeng SMA Regina Pacis Ursulin Surakarta yang diserahkan pada Pemerintah Kota dan diterima oleh Wali Kota Solo Gibran Rakabuming pada Kamis (30/9/2021) lalu. 

Presiden Rotary Club Solo Kartini Santi Liem menuturkan literasi masuk dalam 7 area fokus dari Rotary yang menjadi panduan program tahunan. 

Pembagian takjil pada masyarakat yang melintas di depan Balaikota Solo

Namun ada yang menjadi perhatian karena hasil dari evaluasi kotak buku sering kosong. Pada kegiatan Ngabuburit, bagi takjil dan donasi buku bareng Omah Baca Nawala, Selasa (12/4/2022) di halaman Balaikota Solo terungkap, kotak buku out door perpustakaan ini sempat dipindahkan dan selama sementara waktu tidak dipajang di halaman Balaikota lagi. 

“Literasi dan pendidikan menjadi salah satu program Rotary siapapun presidennya. Jadi dari tahun ke tahun program ini akan terus berjalan dan kami kembangkan. Tidak hanya di 1 titik saja, di kepengurusan selanjutnya akan kami kembangkan di titik-titik lainnya,” tutur Santi Liem. 

Konsep free library ini kata Presiden Santi Lie sudah membudaya di Rotary seluruh dunia. 

“Harapan kita semoga semua kota di Indonesia juga punya free library seperti Omah Baca Nawala, semua masyarakat bisa memanfaatkan dan berguna bagi pendidikan literasi bangsa,” tandas Presiden Santi Liem. 

Senior Leader Rotary Club District 3420 Febri Dipokusumo mengatakan alasan dipindahnya kotak buku perpustakaan Omah Baca Nawala tersebut karena stok bukunya sering kosong dan menipis. 

“Ini sempat beberapa waktu dipinggirkan dan kami kembali matur sama mas wali untuk kembali di pasang di tempatnya. Evaluasinya kan memang sering kosong, ya itu kenyataannya bahwa kita harus mengambil sisi positif berarti banyak orang yang tertarik, jadi tahu, datang di situ ada buku bacaan berarti kan mereka tertarik,” tutur Febri. 

Febri mengungkapkan pihaknya dan dari beberapa komunitas yang terhubung dengan Omah Nawala tersebut secara random sering melihat banyak masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan taman tersebut dengan membaca buku-buku di halaman balaikota. 

“Hasil evaluasi kita, minat masyarakat pada Omah Nawala ini luar biasa. Cuma yang jadi tanda tanya bagi kami itu apakah buku yang kami sediakan betul-betul di ambil dan dibaca atau mohon maaf untuk hal yang lain. Kami sampai buat dokumentasi. Banyak ibu yang nganterin anak duduk di situ, nemenin anaknya baca, ternyata responnya bagus,” jelas Febri. 

Febri menyebut Omah Baca Nawala juga diajukan sebagai salah satu project di kompetisi Y21 yaitu project yang di inisiator oleh anak-anak muda. 

Kondisi ini menjadi perhatian bersama, seperti inisiator proyek Omah Baca Nawala dari SMA Regina Pacis Ursulin. Ketua OSIS SMA Regina Pacis Ursulin, BRAj Gayatri Kusumawardhani mengatakan hadirnya Omah Baca Nawala sebagai free library dengan konsep outdoor pertama di Solo untuk menjembatani antar masyarakat dalam meningkatkan literasi mereka. 

“Kita melihat ada literasi gab di Indonesia. Dengan harapan bagi mereka yang tidak mempunyai buku bisa mendapatkannya di Omah baca Nawala. Yang harus kita kedepankan adalah sosialisasi konsep dari free library ini,” terang Gayatri. 

Kotak buku perpustakaan taman Omah Baca Nawala di isi kembali

Gayatri menekankan konsep free library ini adalah tidak hanya pinjam dan dikembalikan tetapi diharapkan masyarakat juga menyumbangkan buku di perpustakaan Omah Baca Nawala ini. 

“Konsepnya boleh membaca di tempat, boleh dipinjam tapi dikembalikan dan silahkan ikut menyumbang buku untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lain,” kata Gayatri. 

Pada event Ngabuburit bersama Omah Baca Nawala ini diserahkan donasi buku sebanyak 500 judul buku juga digelar sharing terbuka untuk mencari solusi mengetuk kesadaran masyarakat agar bisa bersama-sama menjaga fasilitas publik yang sudah disediakan seperti perpustakaan terbuka ini. 

Hadir pada sharing tersebut Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Dinas Perpustakaan & Arsip Daerah, Forum Anak Kota Surakarta, UPT Perpustakaan UNS, Forum Solo Membaca, OSIS SMA Regina Pacis, Rotaract dan segenap pengurus dan anggota Rotary Club Solo Kartini. 

Sebelum waktu berbuka puasa, dilakukan pembagian 1000 takjil hasil donasi dari seluruh anggota Rotary Club Solo Kartini pada pengguna jalan yang lewat di depan Balaikota Solo.