SOLO, MettaNEWS – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani mengajak mahasiswa baru Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta untuk berani menentukan arah masa depan sekaligus mengoptimalkan teknologi digital sebagai sarana menciptakan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Astrid saat menjadi narasumber dalam pembukaan Kuliah Umum Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UDB Surakarta Tahun Akademik 2026/2027, Senin (24/8/2026).
Dalam kesempatan itu, Astrid menilai memasuki dunia perguruan tinggi bukan sekadar tahapan untuk memperoleh gelar akademik. Masa awal perkuliahan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri, membangun karakter, memperluas jejaring, serta mulai menentukan kontribusi yang ingin diberikan kepada masyarakat.
“Generasi Z ini harus lebih berani menentukan arah ke depan. Kalian memiliki banyak potensi yang tidak dimiliki generasi sebelumnya, salah satunya sebagai digital natives yang lahir dan berkembang di lingkungan serba digital,” ujar Astrid.
Menurutnya, mahasiswa perlu menentukan pilihan berdasarkan minat, kemampuan, dan tujuan pribadi, bukan sekadar mengikuti tren atau pengaruh lingkungan. Dengan demikian, masa perkuliahan dapat menjadi proses pengembangan diri yang lebih bermakna.
Astrid Dorong Gen Z Jadi Pencipta Teknologi
Astrid juga mendorong mahasiswa Gen Z tidak berhenti sebagai pengguna teknologi. Kemampuan digital yang dimiliki perlu diarahkan untuk menghasilkan inovasi dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Ia mencontohkan pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik, seperti digitalisasi Posyandu Plus, pengembangan program kesehatan mental, hingga penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tingkat kelurahan untuk membantu memetakan aduan masyarakat.
“Teknologi jangan hanya digunakan untuk konsumsi informasi atau hiburan. Kita harus mampu menggunakan teknologi untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dan menyelesaikan persoalan yang ada di sekitar kita,” katanya.
Astrid menegaskan, kemampuan menggabungkan teknologi dengan keilmuan tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa bidang teknologi informasi. Mahasiswa Teknik Industri, Hukum, Ekonomi, Kesehatan, maupun disiplin ilmu lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk menciptakan inovasi sesuai bidang masing-masing.
Dalam paparannya, Astrid menyebut setidaknya ada empat karakter yang perlu diperkuat Gen Z, yakni kemampuan sebagai digital natives, self-learner, kreativitas tinggi, dan kepedulian sosial.
Ia berharap PKKMB menjadi titik awal bagi mahasiswa baru untuk membangun pola pikir terbuka, berani mencoba hal baru, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Mahasiswa jangan hanya mengejar nilai. Bangun kemampuan, jejaring, karakter, dan kepedulian. Karena yang dibutuhkan ke depan bukan hanya orang pintar, tetapi orang yang mampu memberikan dampak,” tegas Astrid.
UDB Targetkan 1.600 Mahasiswa Baru
Sementara itu, Rektor UDB Surakarta Assoc. Prof. Dr. Singgih Purnomo mengatakan, kampusnya menargetkan penerimaan sebanyak 1.600 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Hingga saat ini, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 1.300 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Singgih menekankan pentingnya penerapan pola pembelajaran dewasa atau andragogi di perguruan tinggi. Selain kemampuan akademis, mahasiswa juga perlu dibekali soft skill, etika, serta kemampuan komunikasi, termasuk penguasaan bahasa asing.
Sebagai perguruan tinggi dengan predikat Terakreditasi Unggul, UDB juga terus memperluas jejaring internasional. Saat ini hampir 100 mahasiswa semester akhir mengikuti program magang di Jepang dan Taiwan.
UDB juga dipercaya Kementerian Pekerja Migran Indonesia sebagai Pusat Pekerja Migran untuk menyiapkan sekitar 500 hingga 1.000 tenaga kerja terampil yang akan diarahkan ke Malaysia, Jepang, dan Taiwan.
Dari sisi internasionalisasi kampus, UDB saat ini memiliki 135 mahasiswa asing yang berasal dari Timor Leste, Jepang, Madagaskar, Sudan, Afghanistan, dan Yaman. Sebanyak 27 mahasiswa di antaranya merupakan mahasiswa baru tahun ini.
Untuk memperkuat daya saing akademik, UDB yang telah memiliki delapan program studi berakreditasi unggul juga tengah menyiapkan sejumlah program studi baru. Rencana tersebut mencakup Program Profesi Apoteker, Magister Kesehatan, serta finalisasi pembukaan Fakultas Kedokteran.
Dengan penguatan akademik, internasionalisasi, dan pengembangan keterampilan mahasiswa, UDB Surakarta menargetkan lulusan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter, kemampuan adaptasi teknologi, dan daya saing di dunia kerja global.








