Gebyar Kemerdekaan di Solo, Wagon, Idola dan Rebo Club Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Lomba dan Kebersamaan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS  – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa meriah di Ndalem Marsum, Jalan Bhayangkara No. 72, Solo, Kamis (20/8/2026).

Tiga perkumpulan, yakni Wagon (Wani Guyon Ora Keno Nesu), Idola dan Rebo Club, menggelar Gebyar Kemerdekaan bertajuk “Pererat Persahabatan & Kerukunan”.

Sejak pagi, para anggota ketiga perkumpulan tersebut berdatangan secara bergantian untuk mengikuti berbagai kegiatan yang dikemas penuh kegembiraan. Lebih dari 110 peserta ikut ambil bagian dalam rangkaian acara yang tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga mempererat persaudaraan.

Inisiator sekaligus tuan rumah kegiatan, Dr. H. Ahmad Purnomo, Apt., hadir sekitar pukul 07.15 WIB. Mantan Wakil Wali Kota Surakarta tersebut menyampaikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan para pelaku pemerintahan, mantan birokrat, pengusaha, pebisnis hingga tokoh masyarakat.

Ahmad Purnomo mengaku senang dan bangga melihat antusiasme peserta dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Menurutnya, semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara sederhana, salah satunya melalui kegiatan yang mampu mempertemukan masyarakat dalam suasana akrab, sehat dan penuh kegembiraan.

Beragam perlombaan tradisional menjadi daya tarik utama Gebyar Kemerdekaan tersebut. Peserta mengikuti lomba nyunggi tampah, lari kelereng, menyanyi, memindahkan karet dan berbagai permainan lainnya.

Selain perlombaan, panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan bagi para peserta.

Ketua panitia Gebyar Kemerdekaan, Toni Gentong, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan persahabatan antara anggota Wagon, Idola dan Rebo Club.

“Tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan persahabatan tiga perkumpulan serta berkumpul, bergembira, berlomba dan dapat hadiah dalam menyemarakkan 81 tahun kemerdekaan RI,” kata Toni.

Menariknya, mayoritas peserta merupakan warga berusia lebih dari 55 tahun. Meski demikian, faktor usia tidak menyurutkan semangat mereka mengikuti berbagai perlombaan.

Lomba nyanyi, nyunggi tampah hingga lari kelereng berlangsung meriah. Tawa dan sorak-sorai peserta serta pendukung terdengar sepanjang kegiatan.

Salah satu peserta, Gareng Haryanto, mengaku puas mengikuti Gebyar Kemerdekaan tersebut. Ia merasa senang karena bisa kembali bertemu dengan kawan-kawan, mengikuti perlombaan dan bernyanyi bersama.

Gareng berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang.

“Bisa bertemu, berlomba, bersenang-senang dengan bernyanyi dan ikut aneka lomba. Rasanya sangat bahagia,” ujarnya.

Suasana keakraban semakin terasa ketika panitia menyerahkan berbagai hadiah menarik kepada para pemenang lomba. Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus menambah semangat peserta untuk mengikuti setiap permainan.

Meski dikemas dengan sederhana, Gebyar Kemerdekaan mampu menghadirkan suasana yang bahagia, sehat, lucu dan penuh kebersamaan. Tidak ada sekat antara birokrat, mantan birokrat, pengusaha, tokoh masyarakat maupun anggota masyarakat lainnya.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama. Seluruh peserta menikmati hidangan dalam suasana penuh keakraban.

Gebyar Kemerdekaan Wagon, Idola dan Rebo Club menjadi bukti bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak selalu harus digelar dengan acara besar. Semangat kemerdekaan juga dapat tumbuh melalui persahabatan, kerukunan, kesehatan dan kebersamaan di tengah masyarakat.