KUDUS, MettaNEWS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
Menurutnya, pertumbuhan usaha tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pesan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri haul H. Tas’an Wartono di Lapangan Persil Gondosari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Sabtu (22/8/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyampaikan sambutan mewakili keluarga besar PT Sukun. Ia berharap keluarga dan putra-putri almarhum Tas’an Wartono dapat meneruskan kiprah serta nilai-nilai yang telah ditanamkan selama hidupnya.
“Semoga keluarga dan putra-putrinya dapat melanjutkan apa yang telah dilakukan bapaknya. Tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga membangun sosial,” ujar Gus Yasin.
Menurut Gus Yasin, pembangunan ekonomi seharusnya tidak hanya memberikan keuntungan bagi pemilik usaha. Keberadaan perusahaan dan aktivitas ekonomi juga harus membuka ruang bagi masyarakat sekitar untuk mendapatkan manfaat.
Ia menegaskan, masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan harus turut merasakan dampak positif dari pertumbuhan ekonomi, termasuk melalui peningkatan kesejahteraan.
“Tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga membangun sosial,” katanya.
Gus Yasin yang memimpin Jawa Tengah bersama Gubernur Ahmad Luthfi itu mengingatkan agar pembangunan ekonomi tidak didorong semata-mata oleh kepentingan memperkaya diri sendiri.
Semangat berbagi dan membantu sesama, menurutnya, harus menjadi bagian dari perjalanan dunia usaha maupun pembangunan ekonomi.
Belajar dari Hijrah Nabi Muhammad SAW
Dalam tausiah singkatnya, Gus Yasin juga mengaitkan pembangunan ekonomi dengan perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah menuju Madinah.
Menurutnya, hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga menjadi momentum membangun kehidupan sosial, dakwah dan perekonomian masyarakat.
Para sahabat yang mengikuti Nabi Muhammad SAW kemudian ikut membangun perekonomian di Madinah. Namun, pembangunan tersebut tidak semata-mata dilakukan untuk kepentingan pribadi.
“Pembangunan itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagaimana saling membantu dan menguatkan kehidupan masyarakat,” jelasnya.
Nilai tersebut, lanjut Gus Yasin, relevan diterapkan dalam kehidupan saat ini. Kemajuan ekonomi perlu diiringi dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Selain persoalan ekonomi dan sosial, Gus Yasin juga mengingatkan pentingnya berbakti kepada orang tua atau birrul walidain.
Ia meminta masyarakat memanfaatkan kesempatan selama orang tua masih hidup untuk memberikan penghormatan, perhatian dan kasih sayang.
“Selagi orang tua masih ada, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk berbakti kepada mereka,” pesan Gus Yasin.
Mengenang Kiprah Tas’an Wartono
Haul Tas’an Wartono turut dihadiri istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, Bupati Kudus, Wakil Bupati Kudus, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH Anwar Zahid. Acara kemudian diisi dengan selawat dan doa yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Tas’an Wartono merupakan salah satu generasi penerus sekaligus direksi PT Sukun Wartono Indonesia. Ia meninggal dunia pada Jumat, 23 Agustus 2024.
Semasa hidupnya, Tas’an Wartono dikenal memiliki perhatian terhadap berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Ia juga dikenang atas kepeduliannya terhadap anak-anak yatim serta kontribusinya dalam pembinaan olahraga di Kabupaten Kudus.
Bagi keluarga dan masyarakat yang mengenalnya, haul tersebut bukan sekadar momentum mengenang sosok Tas’an Wartono, tetapi juga menjadi ruang untuk meneruskan nilai kepedulian sosial dan semangat berbagi yang pernah ditanamkannya.








