SEMARANG, MettaNEWS – Pameran Program dan UMKM dalam rangka Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah mencatat antusiasme tinggi masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, jumlah pengunjung mencapai 15.159 orang, dengan nilai transaksi penjualan menembus Rp1,165 miliar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, keberhasilan pameran UMKM tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung maupun besarnya nilai transaksi. Lebih dari itu, pameran harus mampu mendorong pelaku UMKM untuk meningkatkan kelas usaha dan memperluas jangkauan pasar.
Hal tersebut disampaikan Taj Yasin saat mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menutup Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Taj Yasin, peningkatan kelas UMKM terlihat dari sejumlah produk Jawa Tengah yang mulai menembus pasar internasional. Salah satunya produk jamu yang telah menjalin nota kesepahaman atau MoU dengan mitra dari Malaysia.
“Bukan hanya pengunjungnya yang banyak, bukan hanya hasilnya yang melimpah, tetapi ada peningkatan. Dan itu nyata. Ada salah satu jamu yang menyampaikan kepada kami akan MoU dengan Malaysia,” ujar Taj Yasin.
Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pameran dapat menjadi pintu bagi pelaku UMKM untuk memperluas skala bisnis. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan di tingkat kabupaten atau kota berpeluang naik kelas ke pasar nasional hingga mancanegara.
“Artinya kita mengantarkan para pelaku UMKM kita yang skala kecil menjadi menengah, menengah menjadi besar. Yang awalnya hanya di sekitar kabupaten/kota, lompatannya bukan hanya di tingkat provinsi, tetapi sampai ke luar negeri,” katanya.
Pameran UMKM Jateng Tarik Peserta dari Luar Daerah
Pameran UMKM HUT ke-81 Jawa Tengah juga semakin menarik dengan kehadiran pelaku usaha dari sejumlah provinsi di luar Jawa Tengah.
Peserta dari wilayah Kalimantan dan Sumatera turut ambil bagian. Menurut Taj Yasin, kehadiran pelaku usaha dari luar daerah menunjukkan semakin luasnya daya tarik pameran UMKM yang digelar Pemprov Jateng.
Ia berharap pelaksanaan pameran pada tahun berikutnya tidak hanya mampu meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi juga mendorong transaksi langsung produk UMKM.
“Bukan hanya menarik pengunjungnya, tetapi juga menarik untuk membelanjakan uangnya di UMKM kita. Bagaimanapun juga ini bagian dari menyejahterakan UMKM, menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, dan bagian dari pengentasan kemiskinan,” jelasnya.
Taj Yasin juga mengapresiasi pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya dalam memberikan fasilitasi kepada UMKM yang ingin memperluas pasar hingga ekspor.
Menurutnya, penguatan UMKM menjadi penting karena sektor tersebut terbukti mampu menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat ketika menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk krisis moneter dan pandemi Covid-19.
Transaksi Dekranasda Expo Tembus Rp1,165 Miliar
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
Kerja sama tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk UMKM sekaligus membantu meningkatkan omzet penjualan pelaku usaha.
Sementara itu, Dekranasda Expo mencatat transaksi yang cukup signifikan selama tiga hari pelaksanaan. Pada hari pertama, omzet mencapai sekitar Rp200 juta. Hari kedua sekitar Rp165 juta, sedangkan hingga Sabtu sore pada hari ketiga transaksi tercatat sekitar Rp300 juta.
Secara keseluruhan, hingga menjelang penutupan, jumlah transaksi penjualan dalam pameran mencapai Rp1,165 miliar.
221 Stan Ramaikan Pameran UMKM Jateng
Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah Desy Arijani mengatakan, pameran dirancang menggunakan konsep zonasi tematik. Konsep tersebut bertujuan memberikan pengalaman yang lebih beragam bagi pengunjung sekaligus memperluas ruang promosi bagi pelaku UMKM.
“Konsep pameran adalah dengan zonasi tematik, meliputi zona Dekranasda Expo, zona kuliner dan jamu, zona program, zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta zona mobil pelayanan,” kata Desy.
Total terdapat 221 stan yang berpartisipasi. Rinciannya terdiri atas 35 stan zona Dekranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan dari OPD teknis.
Untuk meningkatkan daya tarik masyarakat, panitia juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung selama tiga hari pameran.
Kegiatan tersebut meliputi lomba memasak ikan bagi siswa SMK, job fair yang melibatkan 40 perusahaan pencari tenaga kerja, lomba mural tingkat SMA sederajat, lomba menggambar tingkat SD sederajat, lomba stan terbaik, hiburan musik hingga nonton bareng film-film lawas setiap malam.
Pada acara penutupan, panitia turut mengumumkan para pemenang berbagai perlombaan sebagai bentuk apresiasi terhadap peserta yang menunjukkan kreativitas, keberanian dan inovasi selama pameran berlangsung.
Desy berharap Pameran Program dan UMKM HUT ke-81 Jawa Tengah dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap kegiatan pameran ini dapat menjadi momentum strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya sektor UMKM, serta mempererat kolaborasi antara instansi, pelaku usaha, dan masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.
Dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 15 ribu orang dan transaksi Rp1,165 miliar, pameran tersebut sekaligus menjadi ruang promosi dan pemasaran yang mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat secara langsung. Ke depan, Pemprov Jateng menargetkan kegiatan serupa tidak hanya semakin ramai, tetapi mampu membawa lebih banyak UMKM Jawa Tengah naik kelas hingga menembus pasar internasional.








