SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengapresiasi pelaksanaan anniversary ke-26 Bikers Brotherhood MC (BBMC) Central Java di Taman Sriwedari, Solo, Sabtu (22/8/2026) malam.
Wali Kota Solo Respati Ardi yang diwakili Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo Maretha Dinar Cahyono menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh keluarga besar BBMC Central Java yang telah memasuki usia 26 tahun.
Menurut Maretha, BBMC memiliki nilai persaudaraan yang kuat melalui prinsip brotherhood, loyal, respect, honor and pride. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan semangat Kota Solo yang menjunjung tinggi budaya, seni dan tradisi.
Pemkot Solo juga mengapresiasi BBMC yang memilih Kota Solo sebagai lokasi perayaan anniversary dengan membawa tagline “Nyawiji Dadi Siji”.
“Ini mengingatkan kami bahwa berkendara tidak hanya dari suatu tempat ke tempat lain, tetapi bagaimana membangun persaudaraan, melestarikan budaya, dan membawa kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” jelas Maretha.
Ia mengatakan Solo merupakan kota yang tumbuh dan berkembang melalui kekuatan budaya, seni, tradisi, sejarah hingga kreativitas masyarakat. Karena itu, kehadiran komunitas seperti BBMC dinilai memberikan warna positif bagi kehidupan kota.
Maretha menyambut baik kegiatan BBMC yang tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun komunitas, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai elemen masyarakat.
“Kegiatan ini tak hanya perayaan, tetapi menjadi ruang untuk silaturahmi antara member BBMC, komunitas, masyarakat, UMKM, dan pekerja seni. Ini sangat positif,” ujarnya.
Menurutnya, kedatangan ratusan anggota BBMC dari berbagai daerah ke Solo juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat.
Ia menilai para anggota komunitas tidak hanya membawa sepeda motor, tetapi juga membawa energi, kreativitas serta peluang ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
“Tentu BBMC datang ke Solo tak hanya membawa sepeda motor, tetapi energi, kreativitas, dan kesempatan menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata dia.
Dalam perayaan anniversary tersebut, BBMC Central Java memang melibatkan sejumlah pelaku UMKM dan pekerja seni. Kegiatan juga diisi dengan pertunjukan musik, penampilan Reog Ponorogo, pasar jongkok, stan kuliner UMKM hingga berbagai kegiatan sosial.
Maretha berharap kegiatan BBMC dapat memberikan manfaat nyata bagi pelaku UMKM dan pekerja seni di Kota Solo. Menurutnya, setiap kegiatan komunitas maupun organisasi yang digelar di Solo diharapkan tidak berhenti pada aktivitas internal, tetapi turut memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan BBMC memberikan manfaat nyata bagi UMKM serta pekerja seni. Kami mengajak setiap kegiatan yang berlangsung di Solo memberikan manfaat bagi masyarakat setempat,” pungkasnya.








