SOLO, MettaNEWS – Solo Societiet Community, komunitas sejarah dan budaya Solo yang terbentuk pada 2018 lalu, kembali menggelar kegiatan jelajah Solo, Minggu (10/4/2022). Bertempat di Pasar Gede, acara jelajah ini juga merupakan satu rangkaian acara dengan Grab Kitchen Activations bersama Metta Solo FM yang mendukung adanya pengenalan sejarah Kota Solo.
Terbentuk karena adanya kegelisahan terhadap situs sejarah yang terabaiakan di Solo serta minimnya kontribusi masyarakat dalam bidang kebudayaan terutama di kalangan generasi muda. Membuat Heri Priyatmoko, pendiri Solo Societiet Community bersama rekannya tergerak untuk mengulik dan meperkenalkan sejarah Kota Solo ke masyarakat.
Komunitas yang diisi oleh kelompok anak muda ini mengajak generasi muda di Solo untuk jelajah sejarah.
“Kami biasa mengadakan blusukan tempat bersejarah. Kali ini tempat kita ada di Pasar Gede yang mana Kota Solo ini tidak bisa lepas dari peranan ekonomi, etnis mapun kuliner di Pasar Gede ini. Jadi peserta diajak ke titik-titik atau spot historis di Pasar Gede,” tutur Heri, Minggu, (10/4/2022).
Heri menuturkan beberapa tempat bersejarah di Pasar Gede diantaranya, Gedong Ageng yang merupakan warung teh tempo dulu yang ada sejak abad ke-19.
“Jelajah hari ini selain di Gedong Ageng, ada Klenteng, Ketandan yang diulik tentang pemukimannya, Jembatan Pepe yang dibangun Pakubuwono X dan masih banyak lagi. Jadi peserta kita ajak untuk mencintai sejarah kotanya untuk kemudian mengetahui sejarah lokalnya bahwa salah satunya etnis Tionghoa memiliki kontribusi besar di Kota Solo,” ucap Heri.
Merupakan upaya untuk memahami sejarah yang lebih positif, Heri menjelaskan Kota Solo dalam catatan sejarah memiliki banyak sisi menarik untuk ditelisik.
“Kita mengajak masyarakat untuk jelajah dengan objek-objek langka, unik dan kaya akan sejarahnya. Dengan jelajah ini diharapkan masyarakat lebih terbuka cakrawala pengetahuannya tentang sejarah Kota Solo. Jadi sebagai bentuk sumbangsih komunitas, kita mengajak masyarakat dengan melawan kebosanan mengenal sejarah melalui cara yang tak biasa,” ungkapnya.
Sebelumnya, aktivitas ini juga pernah digelar pada akhir Maret lalu di Mangkunegaran. Kedepannya, Solo Societeit Community akan terus mengedukasi masyarakat dengan kreatifitas yang ada seperti jelajah dan pedalaman melalui diskusi. Memiliki misi mencerdaskan pengetahuan masyarakat akan sejarah Kota Solo, komunitas ini bergerak secara non profit sehingga para peserta dapat mengikuti setiap kegiatan yang ada secara gratis.
“Di sela-sela pandemi yang mulai mereda, kita hadirkan semangat untuk menggiatkan belajar sejarah di luar kelas. Sehingga untuk tahu sejarah tidak hanya berasal dari tempat formal saja. Melalui komunitas ini diharapkan para peserta akan senang dengan model jelajah seperti ini. Generasi muda harus kita bangun kecintaannya terhadap Kota Solo,” pungkasnya.








