Revitalisasi Tambak Pantura Dipercepat, Jateng Bidik Jadi Lumbung Benih Perikanan Nasional

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengubah arah pengembangan sektor perikanan budidaya dengan memfokuskan diri sebagai sentra pembibitan ikan dan udang nasional. Kebijakan tersebut diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya melalui biaya produksi yang lebih rendah, perputaran usaha yang lebih cepat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri panen udang vaname di Loka Perbenihan dan Budidaya Ikan (PBI) Tugu, Kota Semarang, Senin (6/7/2026).

“Saya pengen kita fokus jadikan di tempat kita bibit-bibit yang menjadi prioritas sehingga petani kita terbantu. Yang lebih untung itu masyarakat, jangan dinas kita,” kata Luthfi.

Menurutnya, balai-balai perikanan milik pemerintah harus bertransformasi menjadi pusat penyediaan benih unggul yang mudah diakses masyarakat. Dengan demikian, para pembudidaya tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh bibit berkualitas untuk meningkatkan produktivitas usaha.

Selain penyediaan benih, Luthfi juga meminta seluruh tenaga ahli dan penyuluh perikanan di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Tengah memperkuat pendampingan kepada masyarakat, mulai dari pembinaan teknik budidaya hingga membantu pemasaran hasil panen.

“Sehingga masyarakat tidak akan mencari ke mana-mana. Saya nyari bibit yang unggul mana? Oh, ke dinas. Artinya dinas kita benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Luthfi menegaskan, sektor perikanan merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Jawa Tengah memiliki potensi besar dengan garis pantai yang membentang di 17 kabupaten/kota. Namun, sebagian besar kawasan tambak masih dikelola secara tradisional sehingga memerlukan revitalisasi.

Untuk mempercepat pengembangannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana revitalisasi sekitar 72 ribu hektare tambak di kawasan Pantai Utara Jawa Tengah.

“Dalam waktu dekat Pak Menteri KKP akan backup penuh untuk wilayah Pantai Utara kita. Prinsipnya nanti segera dikawal agar tambak-tambak yang tidak berfungsi bisa segera kita fungsikan,” kata Luthfi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, menjelaskan panen udang vaname dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu seluas sekitar 1.561 meter persegi. Setelah dibudidayakan selama 82 hari, produksi diperkirakan mencapai 1,3 ton dengan ukuran rata-rata 60 ekor per kilogram.

Menurut Endi, tambak di Loka PBI Tugu menerapkan sistem closed system karena berada di kawasan industri. Sistem tersebut meminimalkan penggunaan air dari luar dengan melakukan proses pengolahan menggunakan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum air dimanfaatkan untuk budidaya.

“Kita menggunakan sedikit air dari luar, kemudian kita treatment dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum digunakan untuk budidaya,” jelasnya.

Hasil panen udang vaname dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram. Kinerja Loka PBI Tugu juga menunjukkan tren positif. Hingga Semester I 2026, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan, mencerminkan meningkatnya produktivitas sektor budidaya perikanan di Jawa Tengah.