SOLO, MettaNEWS – Dedikasi Satuan Keamanan (Satpam) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menjaga keamanan kampus mendapat apresiasi dari Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Berkat koordinasi yang baik, kecepatan respons, serta kontribusi dalam membantu pengungkapan kasus, Satpam UMS dinilai layak menyandang predikat teladan.
Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi Satpam UMS dalam membantu aparat kepolisian mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di lingkungan kampus. Hal ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara pihak kampus dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Koordinator Keamanan UMS, Agustin Murti, S.H., menjelaskan bahwa keterlibatan Satpam UMS dalam penanganan kasus berawal dari sejumlah peristiwa keamanan yang terjadi di dalam maupun sekitar kampus. Dalam prosesnya, tim keamanan melakukan penelusuran informasi, analisis rekaman CCTV, serta mengamati pola pergerakan pelaku untuk membantu pengungkapan kasus.
“Awalnya dari beberapa kasus keterlibatan mahasiswa yang terjadi di luar wilayah UMS dan beberapa kasus besar lainnya. Kami melakukan penelusuran berdasarkan informasi yang ada, mempelajari CCTV, melihat postur, gestur, serta pola pelaku untuk menemukan titik terang,” jelas Agustin, Kamis (2/7/2026).
Ia menegaskan, meski memiliki kewenangan terbatas sebagai satuan pengamanan internal kampus, Satpam UMS selalu menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum, baik kepolisian maupun TNI, dalam penanganan setiap kasus.
Menurutnya, kerja sama lintas lembaga menjadi kunci penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan keamanan, terutama kasus yang melibatkan wilayah di luar kampus.
“Ketika kasus tidak hanya terjadi di dalam UMS tetapi juga di luar wilayah kampus, tentu kewenangan berada pada pihak kepolisian. Karena itu kerja sama dengan kepolisian menjadi bagian penting dalam penyelesaian setiap kasus,” ungkapnya.
Agustin menambahkan, apresiasi dari kepolisian menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh jajaran keamanan UMS untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Bangga pasti ada, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kami mempertahankan amanah ini. Apa yang kami lakukan adalah bagian dari tanggung jawab kami sebagai keamanan UMS,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, Satpam UMS terus meningkatkan kemampuan pengamanan tidak hanya pada aspek gedung, tetapi juga pengawasan lingkungan, kendaraan, serta pelayanan kepada civitas academica demi menciptakan suasana kampus yang aman dan nyaman.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama Satpam UMS terletak pada kekompakan tim dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
“Yang kami butuhkan adalah kekompakan. Tantangan memang ada, tetapi kami selalu berusaha memberikan yang terbaik sesuai kemampuan kami,” tuturnya.
Apresiasi tersebut juga ditindaklanjuti melalui surat resmi Kepolisian Resor Sukoharjo Nomor B/Und-65/VI/HUM.11./2026 tertanggal 30 Juni 2026, yang menyebutkan pemberian penghargaan oleh Kapolda Jawa Tengah kepada satuan pengamanan yang berjasa membantu pengungkapan kasus curanmor di UMS.
Dalam surat itu, Kapolres Sukoharjo mengundang Rektor UMS untuk menghadirkan tiga personel Satpam UMS, yakni Agustin Murti, S.H., Dwi Ari Suryo Wibowo, dan Sulardi, dalam kegiatan penghargaan yang digelar di Polda Jawa Tengah, Rabu (1/7/2026).
Pihak UMS berharap capaian ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dan menjaga komitmen dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman, tertib, dan mendukung visi internasional universitas.








