SOLO, MettaNEWS — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, berharap peringatan Malam 1 Suro menjadi momentum bagi masyarakat untuk melakukan introspeksi dan refleksi diri agar menjadi lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Respati usai mengikuti Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Sura Mangkunegaran bersama sang istri, Venessa Winastesia, dalam rangkaian acara bertajuk “Kembali ke Solo Pulang ke Rumah, Mulih Kagem Pulih”.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat dan tokoh nasional, di antaranya Wakil Menteri Kebudayaan, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto bersama putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo, serta putri Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Respati memaknai Kirab 1 Suro sebagai sarana untuk merefleksikan diri sekaligus memperkuat nilai-nilai budaya warisan leluhur. Tradisi yang telah berlangsung selama ratusan tahun itu dinilai bukan hanya menjadi identitas Kota Solo, tetapi juga pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki kehidupan.
“Alhamdulillah acara yang luar biasa peninggalan dari leluhur yang saat ini harus tetap kita lestarikan sebagai bentuk kekayaan budaya yang dimiliki penerus. Dan alhamdulillah berjalan lancar dan semoga menjadi keberkahan bagi warga Solo,” ujar Respati.
Ia menambahkan, Malam 1 Suro menjadi momen penting untuk mengevaluasi diri atas berbagai kekurangan selama setahun terakhir.
“Dan Malam Satu Suro ini benar-benar untuk merefleksikan diri untuk kita mengkoreksi diri apakah di tahun ini ada kekurangan. Dan kita akan berikhtiar agar lebih baik di tahun depan,” lanjutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Respati bersama istri juga mengikuti Kirab Pusaka Dalem berupa Laku Tapa Bisu. Prosesi tersebut menghadirkan barisan kirab pusaka yang diiringi para abdi dalem dan masyarakat dengan suasana khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, sarana refleksi diri, serta doa untuk keselamatan dan kesejahteraan.
Selain sarat nilai spiritual dan budaya, kirab tersebut juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat yang bergotong royong dalam penyelenggaraan acara.
Kirab Pusaka Dalem Mangkunegaran mengambil rute di sekitar Pura Mangkunegaran dengan melintasi sejumlah ruas jalan di pusat Kota Surakarta, yakni Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, dan kembali ke Ngarsopuro.
“Iya tadi mengikuti kirab Laku Topo Bisu. Ini luar biasa sudah bertahun-tahun dan alhamdulillah semua masyarakat dan tamu-tamu yang hadir menikmati Kota Solo malam ini,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Respati juga mengucapkan selamat Tahun Baru Islam kepada seluruh masyarakat. Ia berharap Malam 1 Suro membawa keberkahan dan semangat baru bagi warga untuk terus memperbaiki diri serta berkontribusi bagi kemajuan Kota Solo.
“Selamat Tahun Baru Islam dan Malam 1 Suro ini warga Solo. Semoga ini menjadi keberkahan bagi kita semuanya,” imbuhnya.








