Penuh Doa dan Gotong Royong, Fraksi PDIP Gelar Wilujengan Pembangunan Rumah Pahlawan Slamet Riyadi

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Nuansa khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Wilujengan pembangunan Rumah Pahlawan Ignatius Slamet Riyadi di Kota Solo.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk doa bersama agar proses rehabilitasi rumah bersejarah itu berjalan lancar dan membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Kegiatan wilujengan digagas secara gotong royong oleh Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Surakarta bersama tokoh masyarakat dan sesepuh kampung setempat.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Solo, YF Sukasno, mengatakan tradisi wilujengan merupakan bagian dari budaya Jawa yang sarat makna doa dan harapan keselamatan.

“Dalam jagad Jawa, wilujengan itu intinya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa supaya seluruh kegiatan pembangunan Rumah Pahlawan Ignatius Slamet Riyadi bisa berjalan lancar, semua yang terlibat manggih rahayu wilujeng, terhindar dari segala marabahaya, dan selesai sesuai jadwal yang direncanakan PU,” jelas Kasno saat ditemui wartawan.

Menurut Kasno, pembangunan rumah pahlawan tersebut akan segera dimulai oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU). Ia mengaku sejak awal telah berpesan agar sebelum pekerjaan dimulai perlu dilakukan wilujengan sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bersama.

Karena tidak ada alokasi anggaran khusus untuk kegiatan tersebut, Fraksi PDIP kemudian berinisiatif menggelarnya secara swadaya dan gotong royong.

“Kami koordinasi dengan PU dan meminta izin agar Fraksi PDI Perjuangan bisa mengadakan wilujengan secara gotong royong,” katanya.

Acara tersebut dihadiri tokoh masyarakat, sesepuh kampung, serta warga sekitar. Doa dan ujub dipimpin oleh ustaz setempat yang akrab disapa Mbah Ustadz.

Sukasno menegaskan, rumah tersebut memiliki nilai sejarah penting karena menjadi tempat masa kecil hingga remaja Jenderal Slamet Riyadi ditempa menjadi sosok pejuang berjiwa ksatria.

“Masih ada kamar, tempat tidur, meja belajar, bahkan menurut penuturan Pak Gunawan beberapa barang peninggalan beliau juga masih tersimpan,” ungkapnya.

Dalam pembahasan anggaran sebelumnya, Fraksi PDIP DPRD Solo mengusulkan anggaran rehabilitasi sebesar Rp300 juta dan telah disepakati bersama. Namun berdasarkan perhitungan Dinas PU, kebutuhan ideal rehabilitasi rumah tersebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.

Meski demikian, Kasno memahami kondisi efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah saat ini. Ia berharap pada tahun 2027 nanti Pemerintah Kota Solo dapat melanjutkan rehabilitasi secara lebih menyeluruh.

Kasno mengungkapkan rumah pahlawan itu nantinya tidak hanya direnovasi secara fisik, tetapi juga dilengkapi berbagai literatur sejarah tentang Slamet Riyadi, Pertempuran Empat Hari di Solo, Tentara Pelajar, hingga tokoh-tokoh pejuang asal Solo.

“Rumah ini bisa menjadi tempat bagi generasi Z untuk lebih memahami sosok Pahlawan Slamet Riyadi. Beliau masih sangat muda, usia 19 tahun sudah memimpin pasukan dan memiliki jiwa kesatria,” jelasnya.

Pihaknya juga mengapresiasi berbagai pihak yang selama ini ikut merawat rumah bersejarah tersebut, mulai dari Koramil, Kodim, Grup 2 Kopassus, hingga keluarga besar Yayasan Universitas Slamet Riyadi yang rutin membantu menjaga kebersihan dan kelestarian rumah pahlawan itu.