BOYOLALI, MettaNEWS — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan peletakan batu pertama pembangunan kembali Masjid Jami’ Jalalludin di Dukuh Glinggang, Desa Kendel, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Jumat (8/5/2026). Masjid bersejarah tersebut sebelumnya ludes terbakar pada Maret 2026 lalu.
Peletakan batu pertama dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi agar pembangunan masjid segera dimulai.
“Pak Gubernur menginstruksikan untuk segera dibangun dan alhamdulillah hari ini kita meletakkan batu pertama,” ujar Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin.
Ia berharap pembangunan masjid dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu tahun. Saat ini, pengerjaan konstruksi pondasi untuk bagian serambi juga sudah mulai dilakukan.
Kehadiran Taj Yasin Maimoen di lokasi pembangunan menarik perhatian warga sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin juga menjadi imam Salat Jumat yang dilaksanakan di tenda darurat di halaman masjid. Ratusan warga mengikuti salat berjamaah dengan khidmat.
Masjid Jami’ Jalalludin diketahui terbakar pada Kamis dini hari, 19 Maret 2026 sekitar pukul 03.30 WIB. Api melalap bangunan masjid berbahan kayu berukuran 20 x 40 meter hingga nyaris tidak menyisakan bagian bangunan.
Kepala Desa Kendel, Kusmanto Hadikusumo Wijoyodiningrat, mengatakan saat ini pembangunan masjid masih dalam tahap persiapan konstruksi. Ia menyebut aktivitas alat berat sempat terhenti karena keterbatasan dana pembangunan.
“Alhamdulillah sudah tahap pengecoran tiang. Selanjutnya dicor kemudian baru levelling untuk lantai 1 pokok Masjid Jami Jalaluddin,” katanya.
Menurut Kusmanto, proses pembangunan saat ini meliputi penggalian dan penataan area basement serta tempat wudhu. Pihaknya menargetkan pembangunan kembali masjid dapat rampung dalam waktu satu tahun ke depan.
Untuk membangun kembali Masjid Jami’ Jalalludin, dibutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Namun hingga saat ini dana yang terkumpul baru sekitar Rp960 juta.
“Mohon doa restu dan dukungannya, sekitar Rp2,6 miliar kekurangannya. Semoga para donatur yang muhsinin dan budiman untuk bisa berkontribusi mendirikan rumah Allah di Dukuh Glinggang ini,” kata Kusmanto.
Selain menghadiri peletakan batu pertama, Taj Yasin Maimoen juga meninjau kondisi bahu jalan menuju Dukuh Glinggang yang mengalami longsor sebagian. Jalur tersebut merupakan akses utama keluar masuk kendaraan pengangkut material pembangunan masjid.
“Tadi dari PU sudah saya minta cek. Karena itu nanti keluar masuk truk akan banyak daripada membahayakan,” pungkasnya.








