Semangat Kartini Menggema, 7 Nominator Terbaik Lomba Menulis “Suara Hati Kartini Solo” Diumumkan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Semangat perjuangan perempuan kembali digaungkan melalui Lomba Menulis bertajuk “Suara Hati Kartini Solo” yang telah memasuki tahap penjurian.

Panitia Lomba Menulis Suara Hati Kartini Solo Dra Helena Handayani MPD,MBA menjelaskan proses penilaian dilaksanakan pada Sabtu, 18 April 2026. Penilaian oleh dewan juri dari berbagai latar belakang profesional dan organisasi perempuan di Surakarta.

“Ajang ini menjadi wadah ekspresi bagi perempuan berdaya untuk menuangkan gagasan, pengalaman, dan refleksi perjuangan mereka dalam menghadapi tantangan zaman. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya karya yang masuk, dengan menampilkan kreativitas, keaslian ide, serta kedalaman makna yang kuat,” tutur Helena.

Penjurian dilakukan secara objektif dan profesional oleh lima dewan juri, yaitu R.Ay. Febri H. Dipokusumo, S.Sos. dari Forum Perempuan Berdaya Surakarta, Dra. Sri Handayani, M.Pd., M.B.A. dari Women’s International Club Surakarta, Maya Hadasah Gondo, S.H. sebagai tokoh perempuan Surakarta, Dimas Ridho Wahyu Santoso, S.Pd., M.Pd. selaku VP Literatour Indonesia, serta Nida Nur Azizah Nur Widayat, S.Pd. dari Literatour Indonesia.

“Lomba ini secara khusus diperuntukkan bagi perempuan berdaya, yakni sosok perempuan yang mandiri, tangguh, aktif berkontribusi di lingkungan, serta mampu memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat. Peserta diwajibkan mengirimkan karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan dan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan norma,” papar Helena.

Mengusung tema “Suara Hati Kartini Solo”, tulisan para peserta diharapkan mampu merefleksikan perjalanan, peran, dan kepemimpinan perempuan, sekaligus menjadi inspirasi perubahan sosial di tengah masyarakat.

Berdasarkan hasil penilaian yang mencakup aspek kesesuaian tema, orisinalitas, kedalaman pesan, kreativitas, serta struktur penulisan, dewan juri menetapkan tujuh nominator terbaik yang berhak melaju ke tahap selanjutnya.

Para nominator akan melanjutkan ke tahap berikutnya dalam rangkaian acara penganugerahan. Nantinya, para pemenang akan mendapatkan trofi, uang pembinaan, serta sertifikat penghargaan.

Panitia menegaskan bahwa keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Selain itu, karya terpilih akan menjadi hak publikasi panitia dengan tetap mencantumkan nama penulis.

“Melalui lomba ini, diharapkan nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini untuk terus berkarya, berdaya, dan membawa perubahan positif di lingkungan sekitarnya,” imbuh Helena.

Ketujuh nominator tersebut adalah:
Dewi Aminah dari Pasar Kliwon dengan karya “Meracik Bumbu Ketangguhan Dari Dapur Ujian”;
Dr. Ida Untari dari Pasar Kliwon dengan karya “Kartini Semanggi–Solo: Suara Hati Yang Tak Pernah Diam”;
Fanny Chotimah dari Laweyan dengan karya “Peran Perempuan Mengobati Luka Sejarah Untuk Menyembuhkan Masa Depan”;
Mentari Rosesitha Dewi Kusuma dari Serengan dengan karya “Suara Hati Seorang Perempuan Untuk Indonesia: Menyalakan Cahaya Dari Ruang Belajar”;
Novi Carlina Putri Utami dari Laweyan dengan karya “Suara Hati Kartini Solo Putri Semata Wayang Pembawa Harapan”;
Rahayu Isnaini dari Banjarsari dengan karya “Menjemput Kesempatan: Transformasi Cara Pandang Perempuan”;
serta Rini Kusdiarti dari Laweyan dengan karya “Tidak Ada Mimpi Yang Patut Diremehkan, Menemukan Versi Terkuat Diri Sendiri”.