Revitalisasi Museum di Solo Dapat Kucuran Rp5 Miliar, Perkuat Identitas Kota Budaya dan Pariwisata

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta akan menerima bantuan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk merevitalisasi dua museum utama sebagai upaya mempertegas identitas kota sebagai pusat budaya dan pariwisata.

Wali Kota Solo, Respati Ardi, menyampaikan hal tersebut saat mendampingi Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, dalam kunjungan kerja ke Museum Radya Pustaka Surakarta, Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan sektor budaya dan pariwisata di Kota Bengawan.

Respati menjelaskan bahwa revitalisasi akan difokuskan pada Museum Radya Pustaka dan Museum Keris. Program ini mencakup pembangunan serta pembaruan gedung guna meningkatkan kualitas tampilan museum agar lebih representatif dan nyaman bagi pengunjung.

“Kita akan mendapatkan bantuan untuk merevitalisasi museum yang ada di Kota Surakarta untuk mempertegas kembali identitas kota kita yaitu kota pariwisata dan budaya. Anggaran ini sebesar Rp5 miliar yang benar-benar akan mengubah wajah Museum Radya Pustaka dan Museum Keris,” bebernya.

Ia optimistis, pembenahan tersebut tidak hanya berdampak pada sektor budaya, tetapi juga mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Semoga dengan adanya pembenahan di museum ini akan menambah jumlah wisatawan di Kota Surakarta dan memajukan perekonomian,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam menjaga budaya dan nilai-nilai sejarah di setiap daerah. Ia menilai penataan museum menjadi langkah penting agar lebih menarik dan relevan bagi generasi mendatang.

Menurutnya, museum memiliki peran strategis sebagai ruang literasi lintas generasi, sehingga perlu dikemas secara modern agar mampu menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z.

“Penataan museum harus mampu menarik minat anak-anak muda. Museum bukan hanya tempat menyimpan benda bersejarah, tetapi juga etalase budaya dan peradaban,” jelasnya.

Fadli menambahkan, langkah awal yang harus dilakukan adalah menjadikan museum tampil lebih menarik dan dekat dengan rasa ingin tahu generasi muda tentang sejarah dan perjalanan bangsa.

Ia pun meyakini bahwa generasi muda memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah Indonesia, selama disajikan dengan cara yang lebih interaktif dan menarik.