BANDUNG, MettaNEWS — Sebanyak 1.142 perantau asal Jawa Tengah diberangkatkan pulang ke kampung halaman dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara, Bandung. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen melepas para pemudik tersebut, Senin (16/3/2026).
Sejak siang hari, ribuan pemudik tampak memadati lokasi pemberangkatan dengan raut wajah bahagia. Program mudik gratis ini menjadi solusi bagi para perantau yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa terbebani biaya transportasi.
“Hari ini kita melepas mudik gratis untuk daerah Jawa Barat, Bandung, Cimahi, dan sekitarnya,” kata Wakil Gubernur yang akrab disapa Gus Yasin di sela-sela acara pelepasan.
Sebanyak 23 armada bus disiapkan untuk mengangkut para pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Tengah, antara lain Cilacap, Kebumen, Klaten, Sukoharjo, Banjarnegara, Tegal, Grobogan, Demak, hingga Wonogiri.
Gus Yasin menegaskan bahwa keselamatan perjalanan menjadi prioritas utama dalam program tersebut. Ia memastikan seluruh armada dan kru telah melalui proses pemeriksaan ketat sebelum diberangkatkan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan berbagai layanan bagi para pemudik saat tiba di daerah tujuan.
“Nanti sesampainya di terminal tipe B di Jawa Tengah, kami menyambut dengan pemeriksaan kesehatan kembali. Kami sudah menyiapkan pemeriksaan gratis lewat program Spelling. Kami juga menyediakan internet gratis,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Mudik Paguyuban Jawa Tengah Cabang Bandung Raya, Farchan Djuniaji, mengungkapkan antusiasme warga Jawa Tengah yang merantau di wilayah Bandung Raya sangat tinggi.
Berdasarkan survei yang dilakukan panitia, jumlah peminat mudik gratis tahun ini mencapai 2.356 orang. Namun, karena keterbatasan kuota, hanya sebagian yang dapat difasilitasi.
“Saya sampai kewalahan bagaimana menolaknya karena semua adalah teman-teman kita,” kata Farchan.
Untuk memastikan program tepat sasaran, panitia menerapkan proses seleksi dengan memprioritaskan masyarakat yang membutuhkan.
“Kami seleksi apakah dia pedagang kaki lima atau bukan, memiliki SKTM atau tidak, apakah dia buruh lepas, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga mahasiswa. Itu yang menjadi pilihan utama kami,” ungkapnya.
Dari total 1.142 pemudik yang diberangkatkan, peserta terbanyak berasal dari Cilacap sebanyak 339 orang, disusul Sukoharjo 150 orang, dan Banjarnegara 98 orang.
Program mudik gratis bagi perantau asal Jawa Tengah di wilayah Bandung Raya sendiri telah berjalan selama lima kali penyelenggaraan. Pada tahun 2022, program ini hanya melayani tiga armada bus, namun jumlahnya terus meningkat setiap tahun seiring tingginya minat masyarakat.








