Terdampak Program Mudik Gratis, Penumpang PO Bus Turun, Tarif Tiket Justru Naik Hampir 100 Persen

oleh
mudik gratis
Bus mudik gratis di Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (26/3/2026) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Tren penurunan jumlah penumpang bus kembali terjadi pada musim mudik Lebaran 2026. Hal ini diungkapkan oleh Rahmat, perwakilan dari Perusahaan Otobus (PO) Raya, yang menyebut bahwa penurunan sudah terjadi secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Setiap tahun itu menurun,” ujar Rahmat saat ditemui di Jawa Tengah.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang dapat dilihat dari berkurangnya jumlah armada yang dioperasikan selama periode mudik. Pada tahun-tahun sebelumnya, PO Raya mampu mengoperasikan hingga 20–25 armada per hari saat puncak arus mudik dan balik.

“Kalau tahun-tahun kemarin bisa sampai 20 sampai 25 armada setiap hari. Sekarang paling mentok di angka 20-an,” jelasnya.

Rahmat menjelaskan bahwa lonjakan penumpang biasanya terjadi setelah Hari Raya. Puncak arus balik dimulai dari H+2 hingga H+10 Lebaran, bahkan bisa berlangsung hingga dua minggu.

“Ramenya itu biasanya H+2 sampai H+10, maksimal sampai 14 hari,” katanya.

Harga Tiket Naik Signifikan

Di tengah penurunan jumlah penumpang, harga tiket justru mengalami kenaikan signifikan. Rahmat menyebutkan bahwa tarif tiket pada musim Lebaran hampir naik dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

“Hampir 100 persen naiknya. Yang normal itu sekitar Rp380 ribu, sekarang bisa sampai Rp690 ribu untuk kelas tertinggi,” ungkapnya.

Kenaikan harga ini, lanjut Rahmat, merupakan hal yang sudah menjadi agenda rutin setiap musim Lebaran, mengikuti tarif batas atas yang berlaku pada periode tertentu.

“Enggak setiap hari segitu, hanya di tanggal-tanggal ramai saja. Kalau sudah agak sepi, biasanya turun lagi,” tambahnya.

Dampak Program Mudik Gratis

Salah satu faktor yang dinilai memengaruhi penurunan jumlah penumpang adalah program mudik gratis yang diselenggarakan pemerintah maupun instansi lain.

“Iya, pasti berpengaruh. Karena banyak armada gratis, otomatis penjualan tiket dari PO berkurang,” jelas Rahmat.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini PO seperti PO Raya tidak lagi dilibatkan dalam program mudik gratis pemerintah.

“Sekarang beda, itu biasanya pakai bus carteran, bukan dari PO seperti kami,” pungkasnya.