SOLO, MettaNEWS – Menjelang Lebaran 2026, Wali Kota Solo, Respati Ardi, bersama Perum Bulog, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan Satgas Pangan Surakarta melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok dan barang penting (Bapokting) di Pasar Nusukan, Selasa (10/3/2026).
Respati memastikan ketersediaan beras, minyak, telur, dan gula masih stabil, sekaligus menyoroti menurunnya daya beli masyarakat di pasar tradisional.
“Harganya stabil, namun daya beli masyarakat yang perlu kita pacu lagi. Kita perlu program untuk mengkampanyekan kembali belanja ke pasar karena experience belanja di pasar sangat penting, interaksi antar masyarakat juga menjadi penting,” kata Respati.
Stok Aman hingga 6 Bulan
Pemimpin Bulog Kantor Cabang Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan stok bahan pangan aman hingga Lebaran. Saat ini, stok beras di Solo mencapai 68 ribu ton, sementara minyak mencapai 500 ribu liter, cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan.
“Harapannya masyarakat jangan khawatir, tidak perlu panic buying karena stok dan harga aman. Minyak dijual Rp14.500 per liter, beras Rp11.000 di pasar-pasar,” ujarnya.
Selain menjaga ketersediaan di pasar, Bulog juga menyalurkan pasokan ke Pasar Murah, Koperasi Kelurahan, dan Desa untuk stabilisasi harga di tingkat masyarakat.
Gerakan Hidupkan Pasar Tradisional
Respati menegaskan langkah mendorong masyarakat kembali ke pasar tradisional melalui kerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“SPPG akan kita dorong belanja ke pasar sekitar agar harga sesuai dan tidak memutus mata rantai pasar tradisional. Ini sedang dibuat surat edaran agar seluruh SPPG dapat mendukung pasar lokal,” jelasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah kota berharap roda perekonomian Solo bisa meningkat merata dan interaksi sosial di pasar tradisional tetap terjaga, sekaligus memastikan stok bahan pokok aman menjelang Lebaran.








