SEMARANG, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan program mudik dan balik rantau gratis bagi para perantau pada Lebaran 2026. Sebanyak 342 bus dan 17 rangkaian kereta api disediakan untuk mengangkut puluhan ribu warga yang ingin pulang ke kampung halaman.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pelayanan pemerintah bagi masyarakat Jawa Tengah yang bekerja di perantauan, khususnya di Jakarta dan Bandung.
“Mudik gratis sudah kita siapkan 342 bus dan 17 rangkaian kereta api. Daftarnya lewat aplikasi,” kata Luthfi saat rapat lintas sektoral kesiapan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Gradhika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).
342 Bus Angkut Lebih dari 17 Ribu Pemudik
Program mudik gratis menggunakan bus dijadwalkan berlangsung pada 16 Maret 2026 dengan total 342 armada berkapasitas lebih dari 17 ribu kursi.
Rinciannya, sebanyak 319 bus dengan 15.960 kursi diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah menuju berbagai daerah di Jawa Tengah. Sementara 23 bus dengan 1.150 kursi diberangkatkan dari Bandung.
Selain bus, Pemprov Jateng juga menyiapkan program mudik gratis menggunakan kereta api yang dijadwalkan pada 17 Maret 2026. Sebanyak 17 rangkaian kereta dengan total 1.288 kursi akan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen.
Kereta tersebut akan menuju dua kota tujuan utama, yaitu Stasiun Solo Balapan menggunakan KA Jaka Tingkir serta ke Stasiun Poncol menggunakan KA Tawang Jaya.
Luthfi juga meminta para bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk ikut menyambut kedatangan para pemudik di daerah masing-masing.
“Mereka ini duta kita di perantauan dan sebagian besar pekerja informal,” ujarnya.
Disiapkan Juga Balik Rantau Gratis
Selain program mudik, Pemprov Jateng juga menyiapkan program balik rantau gratis bagi warga setelah Lebaran.
Program balik rantau menggunakan kereta api dijadwalkan pada 27 Maret 2026 dari Stasiun Tawang dengan 4 rangkaian kereta berkapasitas 320 kursi.
Sementara balik rantau menggunakan bus akan diberangkatkan pada 28 Maret 2026 dari tiga titik utama, yakni Asrama Haji Donohudan, Terminal Mangkang, dan Terminal Bulupitu.
Secara keseluruhan terdapat 71 bus dengan kapasitas 3.550 kursi yang disiapkan untuk program balik rantau tersebut.
“Kita berikan layanan terbaik bagi masyarakat. Ini wujud pengabdian pemerintah kepada warga,” kata Luthfi.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko, mengatakan program mudik-balik gratis ini juga bertujuan menekan angka kecelakaan lalu lintas selama musim mudik.
Menurutnya, masih banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh yang berisiko tinggi.
“Dengan mudik gratis ini kita harapkan penggunaan sepeda motor untuk mudik bisa berkurang, sehingga potensi kemacetan dan kecelakaan juga menurun,” jelasnya.
Pemprov Jateng juga berupaya mengintegrasikan sistem pendaftaran mudik gratis dengan program serupa dari kementerian maupun pihak swasta agar tidak terjadi pendaftaran ganda yang membuat kursi yang telah disediakan justru kosong.








