SEMARANG, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan seluruh kepala daerah di wilayahnya tidak diperbolehkan meninggalkan daerah selama masa libur Lebaran 2026. Kebijakan tersebut diambil untuk memastikan pelayanan publik serta pengamanan arus mudik tetap berjalan optimal.
Penegasan itu disampaikan Luthfi saat memimpin rapat koordinasi lintas sektoral bersama para bupati dan wali kota serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Tengah di Gradhika Bhakti Praja, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, melalui Surat Edaran Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ tentang penundaan perjalanan ke luar negeri bagi kepala daerah selama libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
“Saya ingatkan H-7 dan H+7 kepala daerah tetap berada di wilayah masing-masing sesuai surat edaran Mendagri,” kata Luthfi.
Jateng Diprediksi Diserbu 17,3 Juta Pemudik
Luthfi menjelaskan, kebijakan tersebut penting karena Jawa Tengah diperkirakan menjadi salah satu tujuan utama pemudik pada Lebaran tahun ini.
Berdasarkan proyeksi pemerintah, jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Tengah diperkirakan mencapai sekitar 17,3 juta orang.
“Diprediksi tahun ini ada sekitar 17,3 juta pemudik yang akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas kesiapan berbagai sektor menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran, mulai dari kesiapan transportasi, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, serta jajaran Forkopimda.
Posko Mudik hingga CCTV Tambahan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama Lebaran.
Di antaranya pembentukan posko terpadu, patroli mobile di titik rawan kemacetan, pemasangan rambu lalu lintas portabel, serta penambahan 10 titik kamera pengawas (CCTV) di jalur strategis.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program mudik dan balik gratis, melakukan ramp check kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan sejumlah jalur alternatif untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
Di sektor infrastruktur, perbaikan jalan berlubang dan peningkatan fasilitas keselamatan lalu lintas juga terus dipercepat menjelang puncak arus mudik.
“Perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu dan penerangan jalan terus kita kebut agar jalan yang dilalui pemudik aman dan nyaman,” kata Luthfi.
Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat memastikan arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Tengah berjalan lancar sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.








