SOLO, MettaNEWS — Wali Kota Respati Ardi memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus mengawal kepulangan jemaah umrah asal Kota Solo yang terdampak ketegangan konflik di Timur Tengah.
Respati menyampaikan, ratusan jemaah asal Solo telah kembali ke rumah masing-masing meski sempat mengalami keterlambatan atau penundaan jadwal penerbangan. Namun demikian, masih terdapat sekitar 120 jemaah yang sebelumnya sempat tertahan akibat gangguan rute penerbangan.
“Kami berharap bagi warga yang ada kendala di sana, terutama warga Solo, untuk bisa berkomunikasi dengan kami dan Kementerian Haji dan Umrah. Kami akan terus mengawal sampai kepulangan dengan baik,” terang Respati usai pertemuan dengan perwakilan Kementerian Haji dan Umrah serta Perhimpunan Pengusaha Biro Ibadah Umrah dan Haji Indonesia (Perpuhi) Solo, Rabu (4/3/2026).
Ia mengimbau para jemaah yang penerbangannya terganggu agar tetap tenang dan aktif berkoordinasi dengan Pemkot Solo. Pihaknya menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama, baik yang tengah menjalankan ibadah umrah maupun wisata religi.
Respati juga mempersilakan warga yang telah terjadwal berangkat umrah untuk tetap melaksanakan ibadah. Namun, ia menyarankan agar menggunakan maskapai dengan penerbangan langsung (direct flight) seperti Lion Air dan Garuda Indonesia guna meminimalkan risiko terdampak perubahan rute akibat konflik.
Selain itu, ia meminta biro perjalanan haji dan umrah untuk melakukan pendataan jemaah secara akurat serta aktif berkomunikasi dengan Pemkot dan Kementerian Haji dan Umrah. Pendataan dinilai penting untuk memastikan seluruh jemaah terpantau dan tidak ada yang tertinggal.
Sementara itu, Ketua Perpuhi Solo, Her Suprabu, menjelaskan total sekitar 120 jemaah umrah asal Solo sempat mengalami penundaan kepulangan. Meski demikian, selama menunggu jadwal penerbangan, para jemaah difasilitasi maskapai dengan akomodasi hotel serta konsumsi tiga kali sehari.
“Alhamdulillah semua difasilitasi oleh maskapai seperti hotel dan makan tiga kali sehari,” ujarnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini jalur keberangkatan umrah dari Indonesia masih terbuka dan berjalan normal, terutama untuk penerbangan langsung. Di wilayah Soloraya, tercatat sekitar 25–30 jemaah masih dijadwalkan berangkat pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga Syawal menggunakan penerbangan langsung.
Adapun penerbangan dengan rute transit ke wilayah seperti Qatar atau Dubai akan dimitigasi melalui penggantian pesawat maupun penjadwalan ulang guna menghindari jalur yang berisiko akibat konflik yang tengah berlangsung.
Pemkot Solo bersama Perpuhi dan pihak maskapai memastikan koordinasi terus dilakukan agar seluruh jemaah dapat berangkat dan kembali ke Tanah Air dengan aman.








