Mahasiswi FK UMS Raih Predikat Terbaik di Indonesia Scientific Leadership Training

oleh
oleh
Mahasiswi Program Studi Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainun Ni'mah Syawaliyah | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS – Prestasi membanggakan diraih mahasiswi Program Studi Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainun Ni’mah Syawaliyah.

Ia berhasil meraih predikat peserta terbaik dalam kegiatan Indonesia Scientific Leadership (ISL) Training yang diselenggarakan Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPUN) di bawah naungan Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI).

ISL Training merupakan program pelatihan yang berfokus pada penguatan kemampuan penelitian, penulisan karya ilmiah, serta kepemimpinan berbasis bukti ilmiah. Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa kedokteran dari berbagai universitas di Indonesia dan berlangsung selama tujuh hari.

Ainun mengaku ketertarikannya pada dunia penelitian sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Ketertarikan tersebut menjadi bekal kuat selama mengikuti pelatihan. Ia aktif bertanya, berdiskusi, hingga terlibat dalam pembentukan tim penelitian.

“Selama kegiatan saya merasa enjoy. Saat diskusi ilmiah saya selalu berusaha menuangkan ide-ide saya, dan saat pembentukan tim penelitian, saya mengajukan sebagai ketua,” ungkapnya, Sabtu (14/2/2026).

Keberhasilan tersebut tak lepas dari dukungan Fakultas Kedokteran UMS. Ainun menyampaikan bahwa dekanat memberikan pendampingan, fasilitas, hingga bantuan biaya dan dukungan publikasi ilmiah.

“Pihak fakultas sangat terbuka dan mendukung pengembangan mahasiswa,” jelasnya.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa tingkat akhir, Ainun menghadapi tantangan dalam mengimplementasikan materi yang diperoleh dari para pakar selama pelatihan. Menurutnya, memahami materi bukanlah hambatan utama, melainkan bagaimana mengaplikasikannya menjadi penelitian nyata hingga publikasi ilmiah.

“Bagaimana caranya agar materi-materi yang dikasih selama ISL itu bisa diterapkan. Sayang kalau hanya didengar tanpa diaplikasikan menjadi penelitian dan paper publikasi,” ujarnya.

Ke depan, Ainun menargetkan peningkatan kualitas risetnya agar mampu menembus jurnal internasional bereputasi. Ia juga berkomitmen menularkan ilmu yang diperoleh kepada adik tingkat melalui lembaga ilmiah Cornea Club di FK UMS.

“Saya ingin meningkatkan bukan kuantitas penelitian, tapi kualitas. Penelitian ke depan harus berstandar internasional dan, jika Allah menghendaki, bisa publish di Scopus,” tuturnya optimistis.