Menuju Ajang Lari Bertaraf Internasional, World Athletics Ukur Jalur Mangkunegaran Run 2026

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perwakilan World Athletics, Kim Vivian, turun langsung ke Kota Solo, untuk melakukan pengukuran jalur lomba lari Mangkunegaran Run 2026 sebagai bagian dari proses sertifikasi lintasan lari.

Kim Vivian yang telah tujuh tahun berpengalaman sebagai road race course measurer World Athletics, melakukan pengukuran jalur lomba pada Sabtu (1/2/2026). Kedatangannya bertujuan memastikan lintasan Mangkunegaran Run memenuhi standar kualitas, keamanan, dan keadilan sesuai regulasi World Athletics.

“Saya sudah berkeliling dunia mengukur lintasan maraton di berbagai tempat. Sekarang saya berada di Solo untuk membantu Mangkunegaran Run mendapatkan sertifikasi lintasan,” kata Kim.

Dengan membawa peralatan khusus, Kim mengukur lintasan sambil mengayuh sepeda dan melakukan perhitungan teknis untuk menentukan jarak yang akurat. Pengukuran dilakukan pada tiga kategori lomba yang akan dipertandingkan, yakni half marathon 21,1 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer.

“Setelah semua perhitungan selesai, akan ada beberapa penyesuaian untuk memastikan lintasan memiliki panjang yang tepat. Hari ini kami mengukur rute 21,1 kilometer, 10 kilometer, dan 5 kilometer,” jelasnya.

Sertifikasi lintasan lari dinilai sangat penting karena menjamin akurasi jarak, keamanan permukaan jalan untuk meminimalkan risiko cedera, serta memastikan hasil lomba diakui secara internasional. Sertifikasi ini juga menjadi syarat agar catatan waktu atlet dapat divalidasi secara resmi dan berpeluang masuk dalam kalender World Athletics.

Menurut Kim, proses pengukuran lintasan biasanya memakan waktu sekitar tiga hingga empat jam, tergantung kompleksitas rute yang dilalui.

“Rutenya sangat menarik. Start dimulai dari stadion yang menurut saya fantastis, lalu berkelok melewati jalan-jalan Kota Solo. Jalurnya relatif datar, tidak banyak tanjakan, dan permukaan jalan terlihat sangat baik. Sepertinya ini akan menjadi acara yang menyenangkan untuk diikuti,” ungkapnya.

Kim juga mengaku menikmati pengalamannya berada di Solo. Meski telah hampir 15 tahun terlibat dalam aktivitas pengukuran lintasan lari, baru dalam enam hingga tujuh tahun terakhir ia bekerja penuh untuk World Athletics.

“Sangat menyenangkan bisa berkeliling Kota Solo di pagi yang cerah ini,” katanya.

Berdasarkan ketentuan World Athletics, lintasan lari berstandar internasional harus memenuhi sejumlah kriteria, mulai dari batasan elevasi, jarak start dan finish, hingga spesifikasi teknis lintasan. Event yang lolos sertifikasi berhak dicatat dalam World Athletics Calendar, sehingga performa atlet dapat diakui secara global.

Mangkunegaran Run sendiri telah digelar sejak 2023 dan diselenggarakan oleh Pura Mangkunegaran, Katadata, serta Yayasan DNC. Pada pelaksanaan tahun 2026, ajang ini diperkirakan akan diikuti oleh lebih dari 7.000 pelari dari berbagai daerah.

Dengan proses sertifikasi lintasan oleh World Athletics, Mangkunegaran Run 2026 diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu event lari unggulan nasional yang berorientasi internasional, sekaligus mempromosikan Kota Solo sebagai destinasi sport tourism.