UIN Surakarta Gelar Seminar Internasional Bahas Peran Timur Tengah dalam Tatanan Global Baru

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Islam Negeri (UIN) Surakarta Gelar Seminar Internasional Bahas Peran Timur Tengah dalam Tatanan Global Baru: Challenges, Transitions, and the Strategic Role of Middle Powers” pada Senin (19/1/2026). Seminar setengah hari ini berlangsung di Ruang Teater Gedung SBSN UIN Surakarta, Kampus Pucangan, Kartasura, serta diikuti peserta secara luring dan daring.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Fakultas Syariah tersebut menghadirkan para akademisi dan tokoh dari dalam maupun luar negeri, termasuk narasumber dari Yaman. Seminar ini turut dihadiri Wakil Menteri Luar Negeri RI, Muhammad Anis Matta, yang membuka acara sekaligus menyampaikan orasi ilmiah di hadapan para peserta.

Sejumlah pimpinan UIN Surakarta tampak hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto, Wakil Rektor I Prof. Zainul Abas, Wakil Rektor II Dr. Lukman Fauroni, Wakil Rektor III Dr. Abdullah Faishol, serta Dekan Fakultas Syariah Prof. Muhammad Nasirudin. Seminar ini juga diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa lintas fakultas.

Rangkaian orasi ilmiah dibuka oleh Syekh Ahmad bin Muhammad Al Umari dari The Peace Ulama of Yemen. Dalam paparannya, ia menjelaskan nilai-nilai keindahan Islam sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Menurutnya, ajaran Islam tidak hanya mengajarkan pemahaman keagamaan bagi pemeluknya, tetapi juga menekankan pentingnya sikap toleran dan berakhlak baik terhadap pemeluk agama lain.

Sementara itu, dalam sambutan sekaligus orasi ilmiahnya, Rektor UIN Surakarta Prof. Toto Suharto menyoroti empat poin utama yang menjadi fokus diskusi seminar. Pertama, konsep middle power yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu aktor penting dalam tatanan global. Kedua, pemetaan negara-negara yang dikategorikan sebagai middle power, termasuk peran institusi pendidikan tinggi dalam membangun pengaruh global.

Ketiga, Prof. Toto menekankan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang dikenal dengan prinsip bebas dan aktif. Keempat, ia menyoroti potensi Indonesia sebagai negara middle power yang memiliki peluang strategis untuk berperan sebagai mediator dalam berbagai konflik internasional, termasuk di kawasan Timur Tengah.

Melalui seminar internasional ini, UIN Surakarta berharap dapat memperkuat kontribusi akademik dalam kajian geopolitik global serta mendorong peran perguruan tinggi sebagai pusat dialog dan pemikiran strategis dalam menghadapi dinamika tatanan dunia yang terus berkembang.