SOLO, MettaNEWS – Diabetes menjadi ancaman serius yang mengancam kesehatan, tidak hanya orangtua, anak-anak juga berpotensi mengidap penyakit yang satu ini. Dijuluki sebagai penyakit sillent killer yakni penyakit yang tidak mempunyai gejala yang kentara, diabetes perlu diwaspadai.
Berangkat dari hal ini, Lions Club Wilayah 2 District 307 B2 menggelar bazaar Mediasi “Melawan Diabetes sejak Dini” di The Park Mall Solo, Sabtu (2/4).
Lions Club Wilayah 2 District 307 B2 yang merupakan Project Officer MEDIASI Lions Club Solo Centennial, Yehezkiel Nicolas menuturkan Memiliki jargon educate (mengedukasi), advocate (mengadvokasi) dan prevent (mencegah). Lebih jelasnya social club ini hadir untuk mengedukasi masyarakat tentang segala hal yang menyangkut diabestes seperti yang paling dasar dimulai dari pengertian, risiko, tipe hingga bagaimana menganggulangi penyakit yang satu ini.
“Kita juga mengadvokasi masyarakat, ayo kita berantas diabetes sejak dini melalui kegiatan penyuluhan gizi, demo olahraga, dan talkshow,” ujar Yehezkiel saat ditemui di Bazar Mediasi, Sabtu (2/4/2022).
Terdapat talkshow edukatif dengan menghadirkan narasumber pengidap diabetes tipe 1 yang masih berusia 3 tahun.

Melalui sharing kisah narasumber tersebut diharapkan masyarakat akan lebih aware dengan ancaman penyakit yang satu ini.
“Di talkshow ini ada sharing dari orangtua pengidap diabetes yang juga menpunyai anak dengan penyakit keturunan darj orangtuanya,. Kami ingin mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menaggulangi penyakit ini. Dan juga tentang bagaiamana menangani anak seusai 3 tahun yang sudah diabet,” tuturnya.
Pihaknya berharap warga Solo dapat lebih mengerti akan penyakit diabetes yang membahayakan kesehatan. Dalam Bazar ini terdapat serangkaian kegiatan seperti donor darah bersama PMI, pemeriksaan gula darah gratis, konsultasi nutrisi bagi pengidap diabetes, talksow acara dan penyuluhan serta bazar kesehatan.
Tentang Lions Club Wilayah 2 Distric 307 B2, Yehezkiel memaparkan, mereka adalah social club yang fokus pada lima isu sosial seperti empowerment (lingkungan), vision (mata), diabetes, cancer dan hunger.
Tidak hanya itu, Lions Club Wilayah 2 Distric 307 B2 juga mengadakan Rumah Singgah Kanker di sejumlah kota kecil salah satunya di Semarang.
“Pengidap diabetes di kota-kota kecil di Semarang tidak mempunyai dana berlebih untuk pengobatan. Sehingga kami membantu rumah singgah untuk menenuhi kebutuhan anak-anak,” tuturnya.
Pengobatan kanker yang menbutuhkan dana besar membuat social club ini tergerak untuk memenuhi kebutuhan finansial dan barang anak-anak kanker.
Terlebih di bulan puasa, disebutkan Yehezkiel, masyarakat akan lebih banyak mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis.
“Saat berbuka puasa harus tetap menjaga kadar gula sehari-hari dengan mengatur pola makan dan nutrisi. Ke depannya kegiatan ini akan terus berjalan untuk melayani masyarakat,” pungkasnya.









