KENDAL, MettaNEWS – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah modifikasi cuaca di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati yang dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 20 Januari 2026.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan, langkah rekayasa cuaca tersebut dilakukan sebagai bentuk ikhtiar untuk mengurangi intensitas hujan yang selama ini terpusat di beberapa wilayah rawan bencana.
“Hingga tanggal 20 (Januari), kita melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati,” kata Taj Yasin seusai menghadiri acara Istighotsah dan Pembinaan Organisasi dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Gedung MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat (16/1/2026).
Menurutnya, Pemprov Jateng secara intensif terus memantau perkembangan cuaca pascapelaksanaan modifikasi cuaca tersebut.
Rekayasa cuaca dilakukan dengan tujuan mengatur distribusi awan hujan, sehingga curah hujan tidak turun secara ekstrem di satu wilayah saja dan risiko banjir dapat ditekan.
Ia mengungkapkan, program modifikasi cuaca membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Proses ini melibatkan penggunaan helikopter yang harus diterbangkan beberapa kali ke wilayah sasaran untuk melakukan penyemaian awan.
“Khusus di Kabupaten Pati, Pemprov Jawa Tengah mengerahkan beberapa helikopter untuk mengatur distribusi awan hujan agar tidak turun di wilayah tertentu saja. Dengan cara ini, diharapkan genangan dan banjir tidak makin meninggi,” jelasnya.
Meski telah dilakukan berbagai upaya teknis, Taj Yasin menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut tetap harus diiringi dengan doa dan pendekatan spiritual.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menilai bahwa doa menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana alam.
Selain langkah teknis, ia juga menekankan pentingnya istighotsah sebagai bentuk permohonan pertolongan kepada Allah SWT.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak seluruh jemaah untuk turut mendoakan Jawa Tengah, termasuk wilayah Kabupaten Kendal yang masih terdampak banjir.
“Saya mohon Jawa Tengah, termasuk Kendal yang sedang kebanjiran, untuk didoakan,” tuturnya.
Pemprov Jawa Tengah berharap, dengan kombinasi antara ikhtiar teknis melalui modifikasi cuaca dan ikhtiar spiritual melalui doa bersama, dampak cuaca ekstrem dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat tetap terjaga.







