SOLO, MettaNEWS – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jateng 2 meresmikan Galeri Investasi di SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, Selasa (9/12/2025). Galeri ini menjadi galeri edukasi ke-5 di tingkat sekolah se-Solo Raya dan menjadi bagian dari 37 galeri investasi di wilayah tersebut. Peresmian turut dihadiri jajaran Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kepala BEI Kantor Perwakilan Jateng 2 dan Madiun Raya, M. Wira Adibrata menyampaikan sasaran utama program ini bukan sekadar menambah jumlah investor baru, melainkan menanamkan dasar literasi keuangan yang kuat bagi pelajar.
“SMA Kristen Kalam Kudus ini baru mendapatkan penghargaan sebagai galeri edukasi terbaik 2025. Harapannya, siswa sejak dini sudah mengenal cara mengelola keuangan dan memahami produk investasi legal. Edukasi ini diharapkan membentengi mereka dari aplikasi ilegal yang banyak bermunculan,” kata Wira.
Dengan peresmian galeri investasi ini, BEI berharap literasi pasar modal di kalangan pelajar semakin meningkat. Edukasi sejak dini diharapkan mampu membentengi generasi muda dari jebakan investasi ilegal sekaligus mendukung pertumbuhan transaksi pasar modal yang terus menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
“Meski siswa SMA baru bisa membuka rekening saat sudah punya KTP, bekal fundamental sejak dini penting. Saat kuliah mereka sudah punya dasar, dan setelah bekerja mereka bisa mengatur keuangan dengan baik,” tuturnya.
Kepala SMA Kristen Kalam Kudus Sukoharjo, Gunowo, mengatakan galeri investasi hadir sebagai upaya sekolah memberikan edukasi yang benar tentang investasi di tengah maraknya penipuan digital.
“Kerinduan kami adalah membekali anak-anak dengan pembelajaran investasi yang benar. Dengan dukungan BEI, OJK, dan sekuritas, siswa tahu cara berinvestasi legal dan terhindar dari jebakan aplikasi abal-abal,” ungkapnya.
Pelaksana Harian Kepala OJK Solo, Bayu Kurniawan, mengingatkan bahwa banyak aplikasi menawarkan imbal hasil tidak wajar yang justru menyesatkan masyarakat.
“Banyak aplikasi yang memberikan penyesatan. Sebelum menggunakan aplikasi investasi, cek dulu apakah pengembangnya terdaftar di OJK,” tegas Bayu.
Ia mengatakan aplikasi ilegal kerap berganti nama setelah diblokir, sehingga masyarakat harus aktif bertanya dan melapor jika menemukan kejanggalan.
Sementara itu, nilai transaksi pasar modal di wilayah Solo Raya dan Madiun Raya mencatat lonjakan signifikan pada November 2025. Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jateng 2 dan Madiun Raya melaporkan transaksi pasar modal menembus Rp 7 triliun dalam satu bulan, jauh di atas rata-rata bulanan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 3 triliun.
“Transaksi di Solo Raya dan Madiun Raya meningkat pada akhir November 2025 sampai tembus Rp 7 triliun. Ini satu bulan transaksi,” terang Wira.
Menurut Wira, sepanjang 2025 pasar modal menunjukkan geliat luar biasa. Dari Januari hingga November, nilai transaksi yang biasanya berkisar Rp 3 triliun per bulan diperkirakan dapat menembus rata-rata Rp 5 triliun pada akhir tahun.
“Lonjakannya signifikan. Ada beberapa bulan yang naiknya sangat tinggi,” jelasnya.
Wira menjelaskan kenaikan transaksi dipicu oleh kombinasi faktor, mulai dari ekosistem pasar modal yang kondusif, bertambahnya perusahaan yang melantai di bursa, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap kebijakan pemerintah.
“Menteri keuangan saat ini sangat welcome dengan pasar modal, edukasinya terus berjalan. Itu memberikan dorongan besar. Selain itu, semakin banyak perusahaan baru listing sehingga pilihan saham makin beragam,” kata Wira.
Wira menambahkan bahwa pemerataan edukasi pasar modal di berbagai daerah juga berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat untuk bertransaksi.








