Cegah Cyberbullying, Pemkot Surakarta Edukasi 300 Kepala Sekolah Lewat Film

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Surakarta bersama DL Entertainment meluncurkan program “Sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter melalui Media Film Cyberbullying” sebagai langkah mitigasi meningkatnya kasus perundungan digital di kalangan pelajar.

Kegiatan ini digelar pada Selasa pagi (9/12/2025) di CGV Transmart Solo dan dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri dari para Kepala Sekolah SD–SMP se-Kota Surakarta, jajaran Dinas Pendidikan, serta perwakilan Forkopimda dan Polresta Surakarta.

DL Entertainment dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menyajikan konten edukatif dan inspiratif yang mendukung penguatan karakter bangsa melalui media kreatif. Pada kesempatan ini, film bertema cyberbullying diputar sebagai sarana edukasi bagi para pendidik untuk memahami pola perundungan digital yang kian kompleks.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, yang turut menyaksikan pemutaran film, menekankan pentingnya literasi digital yang beretika bagi pelajar di era disrupsi informasi.

“Di era ini, tantangan terbesar kita bukan hanya kekerasan fisik, tetapi kekerasan verbal di ruang digital yang tak kasat mata namun mematikan. Edukasi konvensional saja tidak cukup — kita butuh media yang relate dengan Generasi Z dan Gen Alpha, dan film adalah sarana yang tepat untuk menyentuh sisi emosional mereka,” ungkap Astrid.

Ia menegaskan komitmen Pemkot Surakarta untuk melindungi kesehatan mental pelajar, mengingat jejak digital bersifat permanen dan dampak cyberbullying sering kali jauh lebih berat daripada perundungan fisik.

“Pemkot Surakarta ingin menanamkan pola pikir bahwa jari-mu adalah harimau-mu. Kita ingin Surakarta tidak hanya Layak Anak secara infrastruktur, tetapi juga aman secara mental. Sekolah harus menjadi safe space tempat empati tumbuh lebih kuat daripada keinginan merundung,” tegasnya.

Sejumlah kepala sekolah memberikan apresiasi atas pendekatan edukatif melalui film. Sri Rahayu, Kepala SMPN 23 Surakarta, menyebut film tersebut sangat relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

“Filmnya kekinian dan cerita sangat dekat dengan kehidupan anak. Pesan bahaya cyberbullying tersampaikan dengan baik, terutama peran keluarga sebagai support system,” kata Sri Rahayu.

Sementara itu, Rikana, Kepala SDN Beskalan, menilai film ini cocok dijadikan materi penguatan karakter di tingkat sekolah dasar.

“Fenomena seperti memalak teman, terjerumus game online, hingga membuat fitnah di medsos sangat sering terjadi. Film ini menggambarkan akibatnya dengan jelas dan riel,” tuturnya.

Associate Producer DL Entertainment, Bagus Haryanto, menjelaskan bahwa film ini dibuat sebagai respons atas meningkatnya kasus perundungan digital yang telah menjadi masalah nasional.

“Berbeda dengan perundungan fisik, cyberbullying menyerang mental dan hati. Beberapa kasus tragis, termasuk seorang pelajar bernama Timothy yang mengakhiri hidupnya akibat tekanan daring, menjadi latar belakang urgensi program ini,” kata Bagus.

Ia berharap visualisasi yang disampaikan melalui film dapat menjadi alat mitigasi efektif bagi dunia pendidikan.

“Anak-anak harus memahami bahwa mengetik komentar jahat bukan hal sepele — dampaknya bisa fatal,” ujarnya.

Melalui program ini, Pemkot Surakarta dan DL Entertainment berharap sekolah dapat memanfaatkan film sebagai materi penguatan karakter, sekaligus membangun budaya digital yang sehat, aman, dan penuh empati bagi seluruh pelajar.