UNS Raih Peringkat 2 Nasional dalam THE World University Rankings 2026, Ungguli ITB, UGM, dan Unair

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menempati peringkat kedua secara nasional versi Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) 2026, UNS masuk dalam jajaran kampus dunia pada rentang posisi 1001–1200. Capaian ini merupakan lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya, di mana UNS berada di rentang 1201–1500 dunia.

Di tingkat nasional, UNS hanya berada satu tingkat di bawah Universitas Indonesia (UI) yang menduduki peringkat dunia 801–1000. Sementara itu, UNS berhasil melampaui sejumlah perguruan tinggi ternama lainnya seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjadjaran (Unpad), Binus University, hingga Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang semuanya masih berada di rentang 1201–1500 dunia.

Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pencapaian ini. Ia menegaskan bahwa peningkatan peringkat merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh warga akademik UNS.

“Capaian ini adalah bukti nyata bahwa UNS mampu bersaing di tingkat global. Kami akan terus memperkuat riset, inovasi, dan jejaring internasional agar UNS semakin diakui dunia,” ujarnya, Kamis (9/10/2025) melalui situs resmi universitas.

Dalam pemeringkatan THE WUR 2026, UNS mencatatkan skor keseluruhan sebesar 32,1–35,4. Skor tersebut didasarkan pada lima pilar utama penilaian, yaitu teaching (pengajaran), research environment (lingkungan riset), research quality (kualitas riset), industry (kontribusi industri), dan international outlook (pandangan internasional).

Pada aspek teaching, UNS memperoleh skor 25,1 yang menunjukkan kualitas lingkungan pembelajaran yang terus meningkat. Untuk research environment, UNS meraih skor 23,8, mencerminkan volume, pendapatan, dan reputasi riset yang solid. Skor tertinggi diraih pada aspek industry dengan nilai 51,0, menggambarkan kuatnya kolaborasi UNS dengan dunia industri dalam mendukung inovasi dan penerapan hasil riset. Sementara itu, skor 42,2 untuk aspek research quality dan 41,1 untuk international outlook menunjukkan kekuatan riset UNS dan daya tariknya di mata komunitas akademik internasional.

Prof. Hartono menambahkan, peningkatan skor di berbagai indikator menunjukkan konsistensi UNS dalam menjaga dan meningkatkan kualitas akademik serta relevansi riset yang dilakukan.

“Kami tidak hanya fokus pada publikasi internasional, tetapi juga pada kualitas dan relevansi riset terhadap kebutuhan masyarakat dan industri. UNS ingin menjadi universitas yang berdaya guna, baik di tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Metodologi THE WUR sendiri menggunakan 18 indikator dalam lima kategori utama, yakni pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, pandangan internasional, dan hubungan dengan industri. Evaluasi dilakukan melalui pendekatan data kuantitatif dan survei reputasi akademik global.

Universitas yang masuk pemeringkatan wajib memenuhi kriteria inklusi, termasuk memiliki minimal 1.000 publikasi ilmiah relevan dalam kurun waktu 2020–2024 serta menyediakan pendidikan jenjang sarjana.

Sistem pemeringkatan ini dianggap sebagai salah satu tolok ukur paling komprehensif dalam menilai performa universitas di seluruh dunia. Data yang digunakan telah distandarisasi agar mencerminkan kapasitas universitas secara objektif dan adil, tanpa bias geografis maupun ekonomi.

Rektor UNS menegaskan bahwa prestasi ini bukan titik akhir, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh.

“Kami akan terus berupaya meningkatkan kinerja riset, memperluas kolaborasi internasional, dan memperkuat peran UNS sebagai universitas yang inovatif dan berdaya saing global. Target kami ke depan adalah menembus 1000 besar dunia,” tegas Prof. Hartono.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta mitra industri dan pemerintah yang telah berkontribusi terhadap capaian ini.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh warga akademik UNS. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi bangsa dan dunia,” pungkasnya.