“Wibu Ambyar” Ketika Cinta Gagal Bertemu J-Pop, Campursari Parodi Ini Siap Guncang Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS — Kota Solo jadi panggung bagi kreativitas tanpa batas. Kali ini, lewat kemunculan Wibu Ambyar, sebuah proyek musik parodi yang menyatukan dua semesta yang tampaknya bertolak belakang: patah hati ala Sobat Ambyar dan euforia budaya Jepang ala wibu.

Mengusung nama “Wibu Ambyar”, kelompok musik ini menyajikan pertunjukan campursari nyeleneh yang memadukan lagu-lagu galau Jawa dengan nuansa J-Pop, melodi anime, bahkan jingle dolanan anak-anak. Bukan hanya menghibur, mereka juga menyelipkan pesan penting: wibu pun bisa nasionalis.

“Wibu sering kali dicap tidak nasionalis. Lewat proyek ini, kami ingin buktikan bahwa kecintaan pada budaya luar tidak berarti melupakan budaya sendiri,” ujar Adam Iskandarsyah, inisiator Wibu Ambyar dan jebolan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Solo.

Adam menjelaskan bahwa musik campursari dan lagu-lagu patah hati dipilih karena notasinya sederhana dan temanya dekat dengan banyak orang. Ditambah sentuhan budaya Jepang yang mendunia, jadilah pertunjukan yang tak hanya mengocok perasaan, tapi juga perut karena aksi kocaknya.

Gimmick Khas Wibu + Patah Hati = Totalitas Kocak

Penampilan Wibu Ambyar bukan sekadar konser biasa. Di atas panggung, para personil tampil dengan gimmick total, mengenakan blangkon dan batik, menyanyikan lagu ‘Cidro’ lalu mendadak menyelipkan nada anime legendaris.

Tak ketinggalan, jokes receh ala bapak-bapak, hingga pembagian mie instan, plester luka, dan koyo menjadi penutup performa—semacam “obat” simbolik untuk hati yang ambyar.

Wibu Ambyar pertama kali tampil di Solo Japan Matsuri tahun 2022 dan mendapat sambutan meriah. Setelah vakum selama tiga tahun, mereka kembali tampil dalam format baru di Event Marketplace 13, Convention Hall Tirtonadi Solo, Minggu (5/10/2025).

Formasi kali ini diperkuat oleh Annas (vokal) Adam (gitar), Irfan (gitar), Ryu (bass) dan D (drum)

Namun, Adam menegaskan bahwa proyek ini tetap fleksibel.

“Namanya juga iseng-iseng nostalgia. Besok-besok, personil bisa beda lagi,” candanya.

Meski lahir dari niat iseng, Wibu Ambyar membuka kemungkinan untuk meluncurkan single orisinal di masa depan. Pasalnya, antusiasme komunitas terhadap pendekatan humoris dan segar seperti ini terbukti tinggi.

Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa skena musik lokal masih memiliki ruang untuk ide-ide absurd, kreatif, dan penuh semangat lintas budaya.

Wibu Ambyar bukan hanya lucu-lucuan. Mereka merayakan kegagalan cinta dengan cara yang menghibur, dan membuktikan bahwa nasionalisme bisa datang dari jalur yang tak terduga—bahkan lewat nada anime dan plester luka..